Home / Berita / Nasional / Abraham Samad Akhirnya Buka Suara Juga

Abraham Samad Akhirnya Buka Suara Juga

abrahamdakwatuna.com – Jakarta. Sejak terindikasi keterlibatan dalam kasus ‘Sprindik’, Ketua KPK Abraham Samad seperti  ditelan bumi. Tidak ada komentar-komentar atau pun pernyataan KPK yang disampaikan melalui Abraham Samad, tetapi Jubir KPK Johan Budi lah yang kerap kali muncul untuk memberikan komentar ataupun pernyataan.

Muncul berbagai spekulasi terkait menghilangnya Abraham Samad. Salah satunya adalah disinyalir Abraham tidak harmonis lagi dengan jajaran petinggi KPK sehingga lambat laun ada upaya untuk menyingkirkan Abraham.

Namun ditengah ramainya pemberitaan tentang kasus dugaan suap impor daging sapi dan ramainya tekanan di media masa agar KPK segera menuntaskan kasus-kasus besar seperti hambalang, century maupun simulator SIM, akhirnya Ketua KPK Abraham Samad angkat bicara.

Terkait kasus hambalang KPK telah menetapkan Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrung sebagai tersangka, nanum hingga saat ini KPK belum juga menciduk keduanya sehingga kedua tersangka tersebut masih bebas berkeliaran. Rupanya KPK melalui Abraham Samad punya alasan tersendiri.

Abraham Samad mengatakan lembaganya masih menunggu hasil perhitungan jumlah kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum menahan Andi. “Kalau hasil auditnya sudah lengkap, kami akan tahan,” katanya usai seminar bertajuk Peranan Penegak Hukum dalam Perlindungan dan Pengembalian Aset Negara yang Diambil secara Melawan Hukum itu.

Menurut Abraham, BPK tengah menyelesaikan audit terhadap dugaan korupsi Hambalang. KPK akan menerima hasil audit lengkap dalam beberapa pekan ke depan. “Insya Allah satu-dua pekan ke depan sudah ada,” katanya.

Abraham Samad kembali buka suara terkait dugaan suap impor daging sapi yang sedang ramai diberitakan media. Kali ini pernyataan yang disampaikan Abraham lebih keras dan tegas, tidak seperti pernyataan-pernyataan terkait kasus Century yang terkesan kurang semangat dan lamban.

“Tidak kompromi bagi pelaku kejahatan korupsi. Kita akan terus berupaya menyita,” kata Ketua KPK, Abraham Samad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/5).

Abraham menyatakan meski KPK gagal menyita tiga unit mobil milik Luthfi, namun KPK telah menyegel mobil tersebut. Jika ke depan pihak PKS masih berusaha menghalang-halangi usaha penyitaan yang dilakukan KPK, Abraham berjanji siap melakukan langkah yang lebih radikal.

“Insya Allah ke depan akan dilakukan upaya lebih represif,” ujarnya. KPK menargetkan eksekusi mobil Luthfi dalam satu atau dua hari mendatang. Abraham meminta PKS menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

PKS sendiri telah memberikan penjelasan terkait kisruh penyitaan mobil LHI di kantor DPP PKS beberapa waktu yang lalu.

PKS selalu menghormati penegakan hukum. Partai Islam ini membantah dikatakan menolak KPK melakukan penyitaan yang berujung penyegelan terhadap lima unit mobil yang diduga berkaitan dengan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq.

“Tidak. Buktinya kan saya hari ini komunikasi dengan penyidik,” Koordinator bidang Advokasi dan Pemenangan Pemilu PKS, Zainuddin Paru di kantor KPK, Jumat (10/5/2013).

Menyikapi perbedaan perlakuan ini, wajar saja jika kemudian PKS meminta KPK agar tidak tebang pilih dalam penangan kasus-kasus korupsi.

“Perlakuan KPK kepada kami harus dijalankan kepada kasus yang lain. Kasus Hambalang dan Century jumlahnya jauh lebih besar, jangan tebang pilih,” Muzzammil dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jaksel, Jumat (10/5).

Memang sudah seharusnya KPK memberikan perlakuan yang sama terhadap kasus-kasus yang sedang ditangani, agar masyarakat dapat melihat bahwa KPK tidak tebang pilih. (app/sbb/dtk/ind)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • samad mau represif sama pks? boleh..siapa takut? bongkar…lawan…saatnya kita naik..membangunkan macan tidur….

    • Siapapun dan apapun partainya..kalau korupsi dan tertangkap basah..libas..rakyat udah jengah melihat koruptor..bagai musang berbulu ayam…aaahhh…nyesal pilih partai ini selama ini…

      • yang tertangkap tangan siapa yaa…? baca yg baik spy tdk salah faham dan berkomentar yg tdk sesuai dg fakta

      • yah, semoga ajah kedepannya pemilihnya ke depan orang yang FAHAM, tdk termakan media… biar BERKAH….

        • Nina chan

          Aamiin…bener tuh…kalau PAHAM gk bakal nyesel sdh milih PKS…Berita mah gk bisa diterima mentah2…dianalisis dong…hari gini msh termakan media..udah gk jaman…

  • antho hadie

    upaya hukum yg bisa dilakukan thd penyitaan oleh KPK yg salah prosedur adalah pra peradilan ke pengadilan, bukan melapor ke mabes polri atas perbuatan tidak menyenangkan,,, selain itu bagus jg melapor ke komite etik KPK..

    kader jgn kebawa emosi yaa, tetep tenang menghadapi cobaan ini..

  • bseptian

    Terus kalau penahanan LHI, kenapa ga tunggu audit BPK juga Pak Abraham ???. lalu Pak Abraham menjawab “Oh itu kan berbeda, kalau LHI adalah dari hasil OTT (operasi tangkap tangan) ???. terus yang di KEMENAKERTRANS pak ???. hadeuh..bisa aja dah jawabnya ?. OTT aja masyarakat masih bingung definisinya ????????.

  • Wahh pak Fatonah hebat ya..sangat dermawan…gampang nyumbang uang ratusan juta ke janda cantik…ciikkk…ciikks. Itung sodakoh kale ya..

Lihat Juga

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (ROL)

HNW: Berapa kali Pun Paripurna Diundur, PKS Tetap Tolak Revisi UU KPK