Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Istirahat Sejenak untuk Merancang Strategi dan Menjemput Bola Impian

Istirahat Sejenak untuk Merancang Strategi dan Menjemput Bola Impian

STRATEGIdakwatuna.com – Sebuah kehidupan akan melalui proses-proses kehidupan yang banyak dilalui oleh setiap orang. Mulai dari lahir, menjadi balita, anak-anak, dewasa, tua. Sebuah bagian dari proses hidup saat kita termasuk orang yang beruntung mengecap bangku pendidikan. Cukup banyak orang mungkin tak bertakdir sama dengan kita. Lagi-lagi ini adalah proses kehidupan. Suatu saat kita akan merasakan sedih, bahagia, tangis dan tawa, layaknya roda yang berputar, kadang dibawah dan kadang diatas.

Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Beda orang beda watak dan pemikirannya. Tak ada manusia yang sempurna dan kita tahu bahwa Rasulullah pun hanya manusia biasa, tak luput dari alpa dan kesalahan dan benar bahwasanya hanya Allahlah Sang Maha Sempurna dan Menyempurnakan.

Saat telah berhasil menggapai impian yang ingin kita raih rasanya alangkah bahagia hati ini. Bagi yang tengah berjuang meraih mimpi, entah yang masih berjuang agar segera lulus wisuda, meraih gelar, menjemput ma’isyah, tengah berproses menyempurnakan setengah dien, meraih cita dan merajut mimpi. Sebuah impian yang selaras dengan proses kehidupan. Tak ada yang salah dengan mimpi kita.

Layaknya mimpi memerlukan langkah dan strategi yang perlu kita buat agar tujuan dan visi hidup mampu terealisasikan. Layaknya pemain bola, untuk menjemput bola dari lawan dan memasukkannya ke gawang tujuan adalah proses dari sebuah permainan sepak bola. Semuanya butuh strategi, aksi dan perlawanan. Suatu ketika, saat peluit wasit memberikan kita waktu sejenak untuk beristirahat. Sebuah team work pada permainan bola itu akan berkumpul. Selain untuk merefresh kembali sisa-sisa tenaga untuk melanjutkan permainan selanjutnya, disanalah kita ketahui bahwa mereka tengah pula mengatur strategi untuk menjemput bola impian.

Ini tentang sebuah proses kehidupan. Tatkala impian tercapai, rasanya kebahagiaan telah kita raih. Satu persatu mimpi tercoret. Ada rasa bahagia dihati, namun suatu ketika ada pula yang dirundung kebingungan saat kenyataan yang dihadapi tak sebanding dengan mimpi yang telah disusun. Apa yang dihadapi saat ini tak terbayang didalam benak sebelumnya bahwa mimpi terkadang tak selaras dengan realita yang ada dalam hal mewujudkannya.

Teringat tentang kisah perang Badar. Ketika pasukan Muslimin dengan kuantitas yang lebih sedikit dari pasukan kaum Kafir, tiada yang pernah menyangka sebelumnya bahwa mereka akan diberi Allah kemenangan. Ini terkait strategi dalam mencapai tujuan, saat kita anggap diri kita lemah dan tidak mempunyai apa-apa untuk menggapai impian, ingatlah bahwa dengan strategi yang tepat tujuan kita akan berhasil.

Bagi yang tengah dilanda kebingungan dalam mengatur strategi impian, yang tengah menyelesaikan pendidikan, yang tengah menanti takdir ma’isyah, yang tengah melanjutkan pendidikan, tak pernah kita sadari bahwa Allah tengah memberikan kita begitu banyak waktu-waktu istirahat sejenak guna mengatur strategi dan segera menjemput bola impian, dan siap-siap untuk menggoalkan diri pada kehidupan bahwasanya “kemarin aku bukan gagal , namun aku tengah beristirahat sejenak untuk mengatur strategi menjemput bola impian”. Selamat menggoalkan bola kehidupan kawan…

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Silviana Salsabilla
Seorang muslimah yang memiliki sejuta mimpi.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Rumah Impian

Organization