Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Renungan Jiwa

Renungan Jiwa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

renungan-hidupdakwatuna.com

Engkau bilang cintakan Allah
Rintihanmu di 1/3 malam terakhir minta disayang Allah
Lantas kenapa utusan Allah ke rumahmu engkau usir?
Makhluk-makhluk Allah di emperan toko, di kolong jembatan, di lampu-lampu merah, di jalanan, tidak engkau hiraukan?

Engkau membuang muka dari mereka
Seolah menampakkan bahwa engkau jijik melihat mereka
Matamu engkau picingkan
Saku celanamu engkau jahit erat
Dompetmu engkau tutup rapat

Tidaklah mereka datang demi sebuah kemewahan
Bukanlah kehadiran mereka untuk sebuah kemegahan
Namun hanya demi sesuap nasi di siang itu
Untuk menyambung hidup hingga esok menjelang

Sekerdil itukah jiwamu?
Tidakkah nuranimu merasa terpanggil?
Begitu tebalkah kabut yang menyelimuti kalbu, sehingga tidak mau untuk sedikit berbagi dengan mereka yang papa?

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pegawai Swasta. Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Lihat Juga

Faedah Positive Thinking Bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa