Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Bumi Tak Mengeluh

Bumi Tak Mengeluh

bumi-rumput-embun-pagiOleh : Tri Asih Wismaningtyas –[email protected]

dakwatuna.com
Bumi tak pernah mengeluh
Ketika hujan menghujami
Mukanya yang tandus
Perih
Pedih
Tapi hujan dititahkan
Untuk bumi tetap hidup
Dan menghidupi manusia

Pernah bumi agak mengeluh
Meniupkan nafasnya
Lewat Merapi
Mengusir sejenak
Makhluk hidup
Yang berdiam di sekelilingnya
Ia ingin istirahat
Sendiri

Pernah bumi agak mengeluh
Menggeram sebentar
Dan mengibaskan
Keringat kesabaran
Lewat lautan Aceh
Dan ranah Minang
Menyapu daratan
Membuatnya
Bersih
Dari orang yang jahat padanya
Sekaligus
Mengantarkan orang baik
Menuju tempat peristirahatannya

Saat waktunya diizinkan
Ia akan meluapkan
Amarahnya
Yang selama ini tertahankan
Terhadap manusia bertangan angkara
Dan orang-orang yang membiarkan ia terluka
Ia kan mengadu

Saat ini
Ia hanya sedang menunggu waktu
Seperti kamu juga menunggu

 

*Tri Asih Wismaningtyas, Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara FISIP UI 2011.
Jaringan Kebaikan FSI FISIP 24.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Karena Langit, Bumi, dan Gunung pun Enggan