Home / Berita / Nasional / KPK Datangi Kantor DPP PKS Semalam, Hasilnya….?

KPK Datangi Kantor DPP PKS Semalam, Hasilnya….?

dpp pksdakwatuna.com – Jakarta.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus kuota impor daging sapi.

Pada Senin (6/5) malam, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. “Iya semalam (ada penggeledahan). Tapi, aku belum dapat info detailnya,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P dalam pesan singkat, Selasa (7/5).

Johan mengatakan belum mengetahui apakah ada yang disita dalam penggeledahan di kantor DPP PKS. Namun, penggeledahan ini masih terkait dengan kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan). “Nanti aku cek dulu apa saja yang disita,” ujar Johan.

Sebelumnya KPK melakukan penyitaan terhadap empat mobil milik Fathanah yang diduga terkait dengan kasus ini. Keempat mobil mewah milik Fathanah yang disita KPK ini yaitu Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI yang dibeli di dealer di Pondok Indah, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739 yang dibeli dari dealer Wiliam Mobil di Pondok Indah, serta sebuah Mercedes Benz.

Kemudian KPK menyita dua mobil lagi yaitu Dua mobil ini masing-masing yaitu Honda Jazz berwarna putih dengan nomor polisi B 15 VTA dan FJ Cruiser berwarna hitam dengan nomor polisi B 1340 TJE. Dua mobil ini disita dari lokasi yang berbeda, Honda Jazz disita di Sunter, Jakarta Utara dan FJ Cruiser disita di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Mobil Honda Jazz yang baru digunakan selama tiga bulan ini terkait dengan Ahmad Fathanah. Mobil ini disita dari seorang model majalah dewasa, Vitalia Sesha. Berdasarkan pengakuan Vitalia dalam dua kali pemeriksaan, Fathanah memberikan mobil itu atas dasar pertemanan.

Selain mobil, Fathanah juga memberikan sebuah jam tangan dengan merk Chopard bernilai sekitar Rp 70 juta. Jam tangan ini pun sudah disita KPK. Uang juga pernah diberikan kepada Vitalia antara Rp 200-250 juta. (bl/clr/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Eks penasihat KPK, Abdullah Hehamahua. (Foto:Ikhwanul Khabibi - detikNews)

Mantan Penasihat KPK: Kurir Korupsi Bisa Dijerat Hukum Pidana