Home / Berita / Daerah / Melapor ke KPK atas Pemberian Gitar, Jokowi Hebat?!

Melapor ke KPK atas Pemberian Gitar, Jokowi Hebat?!

Jokowi (inet)
Jokowi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang melapor kepada KPK mengenai gratifikasi berupa pemberian gitar bass dari salah seorang personel grup musik rock Metallica Robert Trujillo.

“Sebagai penyelenggara negara, Jokowi perlu diberi apresiasi, perlu dicontoh Pak Jokowi,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Senin.

Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan bahwa penyelenggara negara wajib untuk melaporkan gratifikasi maksimal 30 hari.

“Gratifikasi adalah pemberian hadiah kepada penyeleggara negara dan penyelenggara negara wajib dilaporkan maksimal 30 hari setelah pemberian, baru diteliti oleh KPK apakah ada ‘conflict of interest‘ atau tidak,” kata Johan.

Artinya menurut Johan, KPK perlu waktu untuk memutuskan apakah pemberian tersebut terkait jabatannya sebagai penyelenggara negara.

Mengenai apakah nanti gitar tersebut akan dikembalikan kepada Jokowi dan boleh dia miliki, Johan mengatakan bahwa KPK akan memeriksa hal tersebut lebih jauh.

Gitar bass merek Ibanez berwarna cokelat yang bertuliskan “To Jokowi keep playing that cool funky bass” tersebut dibawa oleh Kepala Biro Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri, Heru Budi Hartono yang datang mewakili Jokowi ke gedung KPK pada Senin.

Gitar itu diterima Jokowi melalui seorang promotor musik, Jonatahan Liu yang mengaku dekat dengan Metallica.

Jonathan berencana untuk menggelar acara konser Metallcia yang dipadukan dengan musik dan tari tradisonal khas Bali, Kecak.

Gratifikasi menurut penjelasan pasal 12B UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi meliputi pemberian uang, barang, rabat (potongan harga), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya kepada setiap pegawai negeri dan pejabat penyelenggara negara.

Bagi mereka yang terbukti menerima gratifikasi terancam pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Kesigapan KPK yang diwakili Johan Budi yang memberikan apresiasi kepada Jokowi patut diberikan “apresiasi” . (hr/rol)

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 7,58 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Revisi UU KPK masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2015.  (metrotvnews.com)

Revisi UU KPK, DPR Akan Konsultasi Dengan Lembaga Penegak Hukum

  • ThaifahManshurah

    gw makin lama makin eneg liat jokowi
    tebar pesona banget

    • http://www.facebook.com/CreaThink Azzam Muhammad Bayhaqi

      kok tebar pesona sich? @ThaifahManshurah:disqus kan itu media yg memberitakan

      • ThaifahManshurah

        beritanya digede2-in
        padahal cuma dikasih bass doang, buat cindera mata
        tapi dikasih ke KPK, biar orang lain liat kao jokowi adalah pemimpin yg anti korupsi
        tujuannya biar dapet pujian
        padahal jokowi-ahok cuma kader partai, PDI-P

      • ThaifahManshurah

        jokowi-ahok bukan pemimpin dan negarawan yg hebat seperti yg digembar-gemborkan oleh media masa
        ternyata jokowi-ahok itu cuma kader partai, PDI-P
        artinya
        mereka cuma anak buah alias orang2 suruhannya si pa’de(pantat gede), megawati
        mereka pintar sekali melakukan politik tebar pesona
        itu memang karena partainya udah men-setting-nya

        apa yg dikerjakan dan dilakukan oleh jokowi-ahok
        semuanya berdasarkan perintah si pa’de dan instruksi partainya, PDI-P

  • YUSUF ANDRI

    Akh Mas Jokowi,,,,, sok sokkk ,, biar org tahu dikasih gitarrrr,,, coba dikasih tanah, emas batangan,, paling jga ngumpet g koment,,, g lapor,,, itu lagi si budi kpk,,, cari mukaaa,,,, padahal kasus centuri g klar2,,, tuntaskan century baru tepuk dada ” AKU KPK HEBAAAATTT, BISA SELESAIKAN KASUS YG SENSARAKAN RAKYAAATTTT,,,” ato kamu udah tak munya muka lagi yaaa masih cari mukaa,,,

  • http://www.facebook.com/anggi.p.putra Änġġï Prätämä Püträ

    Bagi mereka yang terbukti menerima gratifikasi terancam pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar <—- musti di revisi nih undang2 masa paling banyak 1 milliar seharus nya unlimited dong tergantung besar/kecilnya gratifikasi nya tsb makin besar ya makin besar jg dong denda yg harus dibayar,trus disitu disebutkan penjara seumur hidup tp buktinya nyata dilapangan gk ada yg di penjara seumur hidup hehehehe

  • Enok Suyitno

    mantap pak, promo ya kami suplier mukena bali silahkan kunjungi http://bajuexport.com/19-mukena-bali