Home / Berita / Internasional / Amerika / Pejabat Intelijen AS: Senjata Buat Gerilyawan Hizbullah

Pejabat Intelijen AS: Senjata Buat Gerilyawan Hizbullah

02B7CA66-BEBC-4FAE-855E-E092B182CEAC_mw1024_n_sdakwatuna.com – Washington. Amerika Serikat (AS) tak diberi peringatan apa pun sebelum serangan udara di Suriah terhadap apa yang dikatakan para pejabat Israel dan Barat adalah “senjata buat gerilyawan Hizbullah”, kata seorang pejabat intelijen AS, Minggu.

Tanpa mengkonfirmasi Israel berada di belakang serangan tersebut, pejabat intelijen itu mengatakan Amerika Serikat pada dasarnya diberitahu mengenai serangan udara tersebut “setelah kenyataan itu” dan diberitahu saat bom tersebut meledak.

Jet tempur Israel membom Suriah pada Minggu untuk kedua kali dari 48 jam. Israel tidak mengkonfirmasi misi semacam itu secara terbuka –kebijakan yang katanya “dimaksudkan untuk menghindari aksi pembalasan”.

Namun seorang pejabat Israel mengakui serangan tersebut dilancarkan oleh pasukannya.

“Bukan tidak biasa buat mereka untuk melakukan tindakan agresif ketika ada kesempatan bahwa `sistem senjata canggih akan jatuh ke tangan seorang Hizbullah`,” kata pejabat intelijen AS itu kepada Reuters.

Meskipun serangan udara tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa sekutu utama Amerika di Timur Tengah itu dapat tersedot ke dalam konflik Suriah, Israel biasanya tak merasa negara Yahudi tersebut harus meminta lampu hijau dari Washington untuk melancarkan serangan semacam itu.

Para pejabat telah menyatakan pada masa lalu Israel memandang hanya ada keperluan untuk memberitahu Amerika Serikat segera setelah satu misi dilaksanakan.  (Ai/ES/Ant)

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pasukan mulitinasional PBB di Sinai. (gatemedia.ahram.org.eg)

Cemas Rezim As-Sisi Tumbang, Israel Minta Tentara PBB Tetap Bertahan di Sinai