17:12 - Selasa, 30 September 2014

Usaha Keras dan Rajin Shalat, Kunci Sukses Striker Muslim Ini

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 04/05/13 | 15:11 | 24 Jumada al-Thanni 1434 H

djibrildakwatuna.comStriker Barito Putera, Colibaly Djibril, tampil memukau. Meski baru bergabung dengan Laskar Antasari di putaran I musim kompetisi, pemain asal Mali itu langsung memberikan kontribusi gemilang.

Djibril saat ini menempati peringkat dua dalam klasemen top scorer ISL. Hingga paruh kedua musim kompetisi, Djibril telah mengemas 12 gol, setelah dia mencetak empat gol ke gawang PSPS Pekan Baru. Jumlah gol yang telah dilesakkannya hanya terpaut tiga gol dari daftar top-skor sementara, Boaz Solossa. Djibril mengatakan sukses ini berkat usaha tanpa henti agar selalu mencetak gol di tiap laga dan satu hal yang tak pernah ia tinggalkan adalah shalat lima waktu.

“Saya menunaikan shalat lima waktu. Itu sudah kewajiban bagi setiap muslim. Buat saya pribadi, tidak ada ritual khusus sebelum bertanding. Hanya saja, saya selalu meminta dalam hati agar Tuhan memberi saya perlindungan saat bermain dan tim bisa bermain bagus ketika memasuki lapangan,” ujarnya.

Pemain kelahiran Bamako, Mali pada 8 November 1986 yang pernah memperkuat Timnas U-17 dan U-19 menyadari bahwa persaingan di ISL sangat berat.

“Setiap pertandingan di ISL terasa sangat berat. Pesaing kami kuat-kuat seperti Persipura, Arema dan Mitra Kukar. Sebagai seorang striker, sudah seharusnya saya mencetak gol. Kalau hanya membuat satu dua gol dalam tiga pertandingan, Anda akan dicap sebagai striker jelek,” ujar Djibril saat ditemui di Lapangan Sutasoma 77 Halim Perdana Kusuma.

Djibril merasa, yang terpenting bukan catatan gol yang menjadi prioritas utama dia, melainkan mendapat kepercayaan dari pelatih dan Barito bisa unjuk gigi di putaran I ISL. “Itu terpenting buat saya dibanding mencetak banyak gol,” kata Djibril.

“Soal bisa atau tidak meraih gelar top scorer, mengapa tidak? Saya selalu berusaha mengukir prestasi bersama Barito. Namun tentu tidak mudah, melihat para pesaing seperti Boaz dan Serginho Van Dijk,” beber Djibril.

Mengenai Performa gemilang yang diperlihatkan di putaran I musim kompetisi ISL, Djibril tidak menyangkal pengalaman bermain di Al-Ahli sangat membantu untuk bisa menjadi salah satu striker subur di ISL. “Karakter permainan saya ikut terbentuk saat memperkuat Al-Ahli,” katanya.

Djibril pernah memperkuat Al-Ahli pada tahun 2006–2008. Klub itu dibawanya meraih gelar juara Saudi Crown Prince Cup dan Saudi Federation Cup pada 2006–2007.

Berangkat dari Performa menjanjikan Laskar Antasari di putaran I ISL, DJibril bertekad membawa Barito melompat lebih tinggi di putaran II nanti.

“Kami harus mencobanya, dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Semua pasti bisa asalkan memiliki kemauan dan kerja keras. Namun saya menyadari, bukan perkara mudah mewujudkan prestasi ini, mengingat tekanan dari Arema, Persipura dan Mitra Kukar.”

Di samping terus berupaya, Djibril mengatakan dia selalu tidak lupa memanjatkan doa agar jerih payahnya berbuah maksimal. Kekuatan doa, Djibril menambahkan, sangat dia yakini. (rlk/rp/sbb/tbn/vvn)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik: ,

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
67 queries in 1,322 seconds.