04:00 - Senin, 24 November 2014

Pemilihan Rektor Baru Universitas Al-Azhar, Antara Rekomendasi dan Pemilihan

Rubrik: Afrika | Kontributor: dakwatuna.com - 04/05/13 | 06:08 | 23 Jumada al-Thanni 1434 H

Universitas Al-Azhar, Kairo

Universitas Al-Azhar, Kairo

dakwatuna.com – Kairo. Komite pemilihan Mesir mulai mempersiapkan agenda pemilihan Rektor baru setelah pengunduran diri Usamah Al-‘Abd dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Al-Azhar.

Persiapan pemilihan rektor tersebut telah melewati perdebatan dan polemik yang cukup panjang sejak dibukanya kesempatan pengajukan calon pengganti. Hal tersebut dipicu oleh Keputusan Komite Pemilihan yang membatasi pemilih hanya dari kalangan dosen-dosen senior, profesor penuh, dan kepala tata usaha tiap Fakultas.

Dewan Tinggi Al-Azhar memberikan kuasa kepada Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmad Thayyib untuk memimpin panitia penyelenggara pemilihan setelah mahasiswa menuntut Usamah Al-‘Abd untuk diberhentikan ekses keracunan 600 mahasiswa di asrama mahasiswa yang kemudian disusul dengan keracunan 161 mahasiswa lainnya. Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut siapa pelaku pasti insiden tersebut.

Terkait mekanisme pemilihan, Grand Syaikh Al-Azhar sendiri merekomendasikan ketentuan-ketentuan pemilihan, di antaranya adalah kriteria calon rektor yang akan diajukan tidak boleh lulusan fakultas keagamaan dan bahasa Arab. Jumlah pemilih pun dibatasi sesuai ketetapan komite.

Dosen Fakultas Ushuluddin, Ahmad Zaid, mengatakan bahwa ia tidak tahu siapa yang memimpin Universitas ketika dewan tinggi Al-Azhar mengumumkan pengunduran diri Rektor dan menyerukan agar segera dilakukan pemilihan rektor baru.

“Yang boleh memberikan suara dalam pemilihan ini hanyalah dosen-dosen senior, para profesor penuh, dan kepala tata usaha tiap-tiap Fakultas,” kata Zaid.

Ridha Muhammadi, salah satu Dosen di Fakultas Tarbiyah, mengatakan penolakannya akan kebijakan Syeikh Azhar nomor 72 tahun 2013 yang telah menetapkan aturan pemilihan bahwa rektor yang dipilih harus alumni fakultas keagamaan dan Bahasa Arab.

Sedangkan Dasuki Al-‘Izb, dosen Fakultas Pertanian, meminta agar pemilihan rektor baru segera digelar untuk menghindari kekisruhan administratif Universitas.

Al-‘Izb menambahkan bahwa komite pemilihan yang dibentuk telah menggugurkan banyak hak suara dengan ketetapan pembatasan pemilih tersebut. Pemilihan lebih cenderung bersifat penentuan, walau berbentuk pemilihan. (usb/dkw)

Redaktur: Samin

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
51 queries in 1,238 seconds.