Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Afghanistan, Hamid Karzai Desak Obama Tutup Penjara Guantanamo yang Tidak Manusiawi

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai Desak Obama Tutup Penjara Guantanamo yang Tidak Manusiawi

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai (inet)
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai (inet)

dakwatuna.com – Kabul. Dalam kunjungan singkat di Denmark, Kamis (2/5), Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mendesak Amerika Serikat (AS) menutup penjara Guantanamo, demikian menurut laporan Khaama Press.

Pernyataan Karzai muncul ketika Presiden AS, Barack Obama sedang mempertimbangkan penutupan penjara Guantanamo di hadapan Kongres AS. Namun Kongres tidak menyetujui usulan penutupan tersebut.

“Saya dari awal menjadi pendukung yang sangat kuat untuk ditutupnya penjara Guantanamo,” kata Karzai.

Obama menandatangani sebuah perintah untuk penutupan segera penjara Guantanamo setelah dia menjabat. Namun Kongres menggunakan kekuatan anggaran untuk memblokir upaya pemindahan tahanan ke Amerika Serikat.

Sementara itu, Karzai selama kunjungannya ke Denmark mengatakan Afghanistan telah meminta pemerintah AS untuk membebaskan tahanan Afghanistan yang ditahan di Guantanamo.

“Kami telah melakukan kontak dengan AS selama beberapa tahun tentang pembebasan mereka (tahanan),” kata Karzai.

Karzai melakukan kunjungan regional dan tiba di Denmark setelah mengunjungi Finlandia dan Estonia. Dia bertemu dengan Perdana Menteri Denmark, Helle Thorning-Schmidt untuk membahas hubungan bilateral antara kedua negara dan menandatangani perjanjian kerjasama strategis jangka panjang.

Sebelumnya, di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa, Rabu (1/5), Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla meminta AS untuk menutup penjara Guantanamo dan mengembalikan pangkalan militer ke Havana.

“Kami sangat prihatin tentang adanya aksi kekerasan dan pelanggaran HAM di Guantanamo, wilayah Kuba yang dirampas oleh Amerika Serikat, pusat penyiksaan berada di dalam penjara,” kata Parrilla.

Parrilla juga mengutuk aksi pemaksaan makan terhadap 20 orang yang melakukan aksi makan yang hampir sebagian besar telah menolak makanan selama berminggu-minggu. Seperti dikutip dari Press Tv, ada Sekitar 130 tahanan melakukan mogok makan untuk memprotes kondisi penjara dan siksaan terhadap mereka.

Selasa (30/4), PBB mengatakan pemaksaan makan kepada tahanan Guantanamo adalah melawan hukum internasional dan pelanggaran hak asasi manusia. Parrilla mengatakan AS menahan 166 orang di penjara, dengan sebagian besar tawanan ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.

Fasilitas penahanan Guantanamo awalnya didirikan pada tanggal 11 Januari 2002 oleh mantan Presiden AS, George W. Bush untuk menahan tersangka yang ditangkap di Afghanistan dan di tempat lain setelah serangan 11 September 2001.

Obama berjanji pada awal 2009 untuk menutup fasilitas penahanan militer tersebut dalam waktu 12 bulan, tapi empat tahun berselang penjara kontroversial itu tetap saja dibuka. (usb/rh/mna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

KAMMI: PBB dan ASEAN Perlu Mekanisme Efektif Tuntaskan Konflik Rohingya