Home / Berita / Internasional / Asia / Pemerintah Myanmar Dalang Kerusuhan di Rohingya

Pemerintah Myanmar Dalang Kerusuhan di Rohingya

Seorang wanita muslim Rohingya Myanmar berada dalam sebuah perahu bersama bayinya dalam pelariannya ke Bangladesh
Seorang wanita muslim Rohingya Myanmar berada dalam sebuah perahu bersama bayinya dalam pelariannya ke Bangladesh

dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA), Heri Aryanto mengatakan pemerintah Myanmar berada dibalik kerusuhan yang menimpa Muslim Rohingya dengan membiarkan kerusuhan serta pembakaran rumah dan masjid.

“Pemerintah Myanmar berada di balik kerusuhan yang terjadi di Rohingya dan ingin menghilangkan etnis Muslim di sana,” kata Heri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/5).

Selain itu, Heri menyebutkan adanya tim khusus yang disebut Rohingya Elimination Group (REG). REG merupakan sebuah kelompok yang dibuat untuk menghilangkan etnis Muslim di Myanmar yang terkenal dengan 969.

Kelompok ini sengaja dibentuk untuk menyisihkan etnis Muslim dan juga melakukan provokasi terhadap warga dengan distribusi buku atau video yang menghina Islam dan Muslim.

Heri yang baru saja pulang dari Myanmar pada Rabu (1/5) kemarin menyebutkan, kondisi Muslim Rohingya yang berada di kamp pengungsian pinggir laut harus bertahan dengan keterbatasan sandang dan pangan.

“Di sana mereka membutuhkan tempat yang bisa menampung mereka, makan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya,” tambahnya. “Sebagaian besar bantuan berasal dari LSM yang berasal dari berbagai negara seperti, Qatar, Uganda, Prancis dan termasuk UNHCR”.

Dia mengingatkan kepada seluruh LSM, lembaga atau instansi yang akan membantu Rohingya, jika ingin membantu sebaiknya melalui LSM yang bertugas di sana. Karena hal itu akan memungkinkan bantuan langsung sampai ke pengungsi-pengungsi Muslim Rohingya.

Heri juga menyampaiakan penyesalannya terhadap pemerintah Indonesia yang mayoritas Muslim atas lambannya dan kurangnya kepedulian terhadap Muslim Rohingya.

“Perlu diketahui oleh pemerintah Indonesia, Muslim Rohingya sudah menganggap Muslim Indonesia seperti “abang” mereka, yang sudah seharusnya membantu dan memberi perlindungan kepada Muslim yang ada di sana”.

Muslim Rohingya menjadi satu-satunya etnis yang paling tertindas di Myanmar sejak kemerdekaan negara tersebut pada 1948.

Menurut laporan yang dirilis Organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW) pada Senin (21/4), lebih dari 125.000 Muslim Rohingya telah secara paksa terusir dalam dua gelombang kekerasan pada Mei dan Oktober 2012 lalu. (nr/mina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • s67

    Pemerintah kita mah gk bisa diharap byk, omong doank yg gede. gak pemerintahnya gak DPR nya..podo wae! podo “busuke”.

Lihat Juga

Pengungsi Rohingya (channel 4)

Advokat: Jika Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja

Organization