Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ustadz LHI, Keadilan yang Ditukar

Ustadz LHI, Keadilan yang Ditukar

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)
Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)

dakwatuna.com

Maaf Ustadz …
Tahun 2003 sempat berkirim pesan
Menanyakan hal ihwal studi di Jerman
Ustadz merespon tanpa segan
Padahal kita belum sempat kenalan

Maaf ustadz …
Kini engkau mendekam di jeruji
Atas tuduhan yang tak pernah terbukti
Katanya suap kebijakan dagang sapi
Hingga sangkaan money laundry

Maaf ustadz …
Karena ustadz bukan Jenderal berbintang
Harkat-martabat ustadz ditendang-tendang
Difitnah, dibully, ditangkap di tengah malam
Tak sempat pamitan apalagi jalan-jalan

Maaf ustadz
Karena ustadz bukan anak mas seperti Mas Anas
Yang tahu rahasia orang-orang berjas
Ustadz dipenjara tanpa alasan yang jelas
Entah kapan ustadz bisa menghela bebas

Maaf ustadz …
Karena ustadz bukan tim sukses seperti Mas Andi Mallarangeng
Yang tahu sumber kampanye yang amat ngejreng
Ustadz dikerangkeng laksana Gepeng
Diblow up media begitu ngejreng

Maaf ustadz …
Saya orang desa hanya bisa memanjatkan doa
Agar Allah membuka 1001 hikmah yang pasti ada
Agar ketamakan yang zhalim segera sirna
Seiring malam yang berganti warna

Doa rabithah sahut menyahut terus bergetar
Dari Meulaboh hingga negeri Gibraltar
Mengetuk ‘Arasy memohon kepada Allah Maha Ghaffar
Agar di balik tabir terbuka jalan keluar
Kami tak ridha ustadz menjadi tumbal keadilan yang ditukar

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (55 votes, average: 9,51 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nandang Burhanudin, Lc
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.
  • warga depok

    kami merinduimu, ustadz..

    • Teuku Avizha

      jenguk donk ke sel…koruptor di kangenin…dasar

  • Terlepas dari Benar atau Salah Ust. LHI mari kita lihat secara Proporsional saya rasa kita juga bukan orang bijak kalau langsung memfonis ini kriminalisasi, yang mengetahui benar atau salah Ust. LHI Bukan Saya Bukan Bapak, Bukan Ibu apalagi KPK, Hanya Allah yang Tahu bukan kah kita bertambah dosa bila memfitnah satu kelompok ? menghadapi kejadian ini sebaiknya kita bertafakkur bukan berkomentar atau memftnah Wallahu a’lam.

    • karena kita melihat secara proporsionalah maka kita berpendapat bahwa ini adalah sebuah permainan ..membuka wawasan dan mata kita akan sesuatu yang terjadi di negeri ini bukan terjadi karena kebetulan namun rancangan kepentingan..tidak perlu menelisik terlalu tajam dan perlu menjadi cerdas untuk melihat kasus ini..semua sudah gamblang dan terang..

    • sering2 nonton TV dan baca koran jgn OONNN banget

  • yeah right…

  • ane merindukan mu……….
    kapan bisa ketemu wahai kekasih…………..

  • firman

    ya mari berdoa semoga LHI segera menyadari kesalahannya dan bertaubat

    • Teuku Avizha

      amin…

  • ALLAHUAKBAR

    • Teuku Avizha

      allahuakbar….yg bgini2 sering2 lah ditangkap kpk…amin

  • dhaniar jauhari

    badai…pastikan berlalu..

  • padahal sebelum ditangkap LHI mau safari dakwah di Palembang…..ga tahunya langsung kesandung kasus sapi…….fitnah gimana?kalo fitnah bisa dibuktikan kan? tapi kalo tidak bisa dibuktikan berarti memang iya…kayaknya fakta dibalik di sini…gampang saja….buktikan kalo tidak bersalah….jangan langsung menklaim konspirasi zionis lah…yahudi lah…langsung teriak2 Allahu Akbar2…..cape deh

  • Agama itu suci tetapi tidak otomatis Partai Agama menjadi suci, partai orentasi duniawi terkadang masih tersisip napsu dan birahi.

    • Erik Eri

      Hidup PKS, kamu masih yg TERBERSIH di bandingkan dgn yg lain, maju terus panyang mudur. Biarkan ANJING menggong.

  • Timothius

    Lebayyyy

    • Erik Eri

      Sampai sekarang KPK belum bisa membuktikan lhi korupsi lagi dimana letak kerugian negara di kasus lhi ini . Ini muni 100% bisnis . Betu begok anda menilai kasus ini. Ada pembusukan partai yang dilakukan orang2 yg tdk senang terhadap PKS melalui tgn KPK. Mereka takut orang2 yg shaleh dan yg jujur iniemimpin negara.

  • Teuku Avizha

    hahahha…dasar ustadz korup…dgn dalih agama…dah jelas2 korupsi kok mash dibela sih…kalian jgn malu2in islam….yg kotor2 bgini yahh hrs dibersihkan…yg di makan kan uang rakyat….hukum gantung aja bkin malu islam aja yg bgini…laknatullah

    • Yusuf Abu Dhiyaulhaq

      istighfar bang teuku avizha, antum ikuti kasusnya ga. Jangan asal bunyi, hakim aja belum memutuskan kasus ini. Jangankan belum mutusin, yang udah diputus bersalah juga oleh hakim belum tentu benar bersalah (hakim juga manusia, antum tau banyak hakim di indonesia terkena kasus suap?. Jadi cobalah bertabayun, dan ikuti aja kasusnya jangan mudah menjustifikasi seperti itu….

  • Muhamad Soleh

    Ketahuilah dari tiga (3) Hakim; Dua (2) masuk Neraka, cuma satu (1) masuk surga. Artinya : Mungkin saja dalam kasus LHI ini Kedzalimannya lebih besar dripada keadilannya ?

  • eqi_ahmadi

    nah sekarang sudah terbukti kan ?????!!!! mana yang benar dan mana yang salah… islam bukan hanya di slogan !!! terlalu kecil untuk di jadikan dasar parte,… inti islam itu di AHlaq islam itu rohmatan lilngalamin ……………. pada akhirnya ALLoh akan menunjukan mana yg benar2 ISLAMI ,… hidup KPK !!!

Lihat Juga

Sajak Kebebasan; Harga Sebuah Keadilan