Home / Berita / Nasional / MTSI: Selama Ramadhan, Stasiun TV Harus Menjaga Kesopanan dan Kesusilaan

MTSI: Selama Ramadhan, Stasiun TV Harus Menjaga Kesopanan dan Kesusilaan

stasiun tvdakwatuna.com – Jakarta. Masyarakat Televisi Sehat Indonesia (MTSI) meminta kepada stasiun televisi untuk tetap menjaga norma kesusilaan dan kesopanan dalam program-programnya di bulan suci Ramadhan. Hal ini disampaikan MTSI kepada LSF berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap tayangan Ramadhan yang cenderung penuh tawa, menghilangkan nilai kekhusuan dan edukasi ibadah.
Fahira Idris sebagai Pembina MTSI mengatakan, bahwa waktu sahur adalah waktu ibadah, waktu yang sangat special karena 1/3 malam, saat-saat orang beribadah, itikaf dan sholat malam, hendaknya waktu itu tidak digunakan sebagai ajang bercanda dan tertawa tawa, jika harus dibuat program, maka buatlah yang seimbang yang menghormati makna ibadah Ramadhan khususnya waktu sahur.
Senin 29 April kemarin, MTSI datang ke LSF untuk bersilaturrahim dan menyampaikan aspirasi masyarakat berkaitan dengan tayangan yang semakin lama semakin meresahkan, diantaranya: Tayangan Kekerasan sehingga menjadi salah satu pemicu anak SD membunuh temannya, Tayangan Film atau sinetron yang menyinggung SARA, Siaran Yang sudah melanggar Budaya dan Moral, Evaluasi Tayangan Ramadhan dan menyampaikan keluhan masyarakat terhadap stasiun TV yang akan menyiarkan tayangan Miss World di Indonesia.

MTSI diterima perwakilan LSF yaitu Wakil Ketua bpk Drs. Nunus Supardi, Jamalul Abidin, Dr. Endro, Prof Dr. Astani Hasbi dan beberapa anggota LSF lain. Dan dari MTSI sendiri yang hadir Fahira Idris, Ardy Purnawan Sani dan Bayu Prioko
“Terkait dengan program siaran pada bulan suci Ramadhan, MTSI berpesan agar stasiun televisi memperhatikan mutu dan kualitas siaran agar tetap sehat. Caranya dengan menjaga norma kesopanan dan kesusilaan,” kata Koordinator MTSI, Ardy Purnawan Sani (Selasa 30 April)
Hal itu disampaikan Ardy terkait banyaknya tayangan program televisi di bulan Ramadhan yang didominasi oleh hiburan semata.
Selain itu, dikatakan Ardy, stasiun televisi juga harus memastikan bahwa program siarannya dapat memberikan dampak positif bagi penonton, yaitu bertambahnya keimanan dan ketakwaan pada Allah.
Hal lain yang diusung MTSI yakni menyerukan kepada stasiun televisi untuk memastikan setiap program siarannya sudah mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Tuntutan lain juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta stasiun televisi mengurangi tayangan lawakan atau hiburan selama bulan suci Ramadan.
“Kita imbau untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai dengan bulan Ramadan, yang bertentangan dengan agama. Lawakan-lawakan itu hiburan tapi hiburan harus yang sehat,” kata Ketua Bidang Infokom MUI, Sinansari Ecip, di Jakarta, Senin kemarin.
Selain tayangan lawakan, MUI juga meminta agar tayangan yang bernuansa horor, kekerasan, mistik dan seks dikurangi. “Tolong hilangkan atau kalau tidak bisa dikurangi yang horor, kekerasan dan seks serta mistik,” tambah dia. (sbb/dakwatuna.com)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Muhasabah Ramadhan