Home / Narasi Islam / Wanita / Muslimah, Engkau Sungguh Berharga

Muslimah, Engkau Sungguh Berharga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Secarik nasihat ingin kuuntaikan untuk saudaraku muslimah di manapun berada. Entah apalah yang menggerakkan hati ini untuk bersimpul padu bersama pikiran dan tangan untuk membuat tulisan tentang muslimah.

Untukmu muslimah…

Kini ku lihat engkau di mana-mana. Sungguh saat mata melihat kini penampilanmu jauh berubah. Engkau begitu sibuk dengan berbagai macam tampilanmu, busanamu, kosmetikmu, parfummu, lipstikmu, dan perhiasanmu. Saatku ku bertanya padamu, hendak ke mana dirimu wahai muslimah? Dengan mudah engkau menjawab, aku hendak mengisi waktu di luar sana untuk sekedar bermain, mengurangi penat pikiran.

Jiwaku kian bersedih, apa yang salah dengan realita ini?

Apakah engkau rela wahai muslimah? Betapa kecantikan dan kemolekan mu engkau umbar di khalayak banyak. Tidakkah engkau merasa merugi? Betapa kau gratiskan dirimu di tonton oleh banyak pasang mata di dunia ini. Atau justru engkau senang menjadi pusat perhatian di mana-mana?

Sadarilah, sungguh engkau sungguh mulia. Engkau begitu istimewa hadir di dunia ini. Hingga namamu di abadikan dalam kitab yang menjadi pedoman umat muslim di antera dunia. Namamu tercatat abadi dalam Al-Qur’an. Tidakkah kembali engkau mencoba untuk memulaikan dirimu? Cobalah…

Untukmu muslimah…

Engkau sudah tahu bukan, jalan yang akan engkau lewati setelah umurmu di dunia ini habis. Ketahuilah, jalan tersebut amat mengerikan. Akan ada di mana engkau lalui sendirian tanpa pengawal. Jalan tersebut berkaitan erat dengan amal perbuatanmu di dunia. Apabila amal perbuatanmu shalihah, maka Allah membentangkan karunianya dengan memberikan nur (cahaya) kepadamu dan dengan nur tersebut engkau bisa berjalan dengan tenang. Tapi apabila perbuatanmu buruk, maka bersiap-siagalah menerima kenyataan yang sangat mengerikan, kenyataan yang belum pernah engkau rasakan sebelumnya, azab Allah Swt.

Untukmu muslimah…

Ke manakah profil muslimah sejatinya untuk saat ini? Di mana kesederhanaan? Di mana rasa malumu? Di mana imanmu? Di mana Islammu? Di mana?

Tidakkah dirimu mencoba memberikan kehidupan yang terbaik bagi dirimu. Ingat, sekali lagi ingat, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadits Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Untuk muslimah…

Sungguh aku tak kuasa engkau mengajakku dan saudaraku bani Adam terpesona oleh buaian tampilanmu. Kami begitu lemah dalam godaan-godaan yang engkau tampilkan. Harta, tahta wanita bukankah itu titik kelemahan kami. Sungguh jagalah dirimu, biar semua makhluk bernama manusia mampu terjaga. Jagalah…

Untukmu muslimah…

Perubahan adalah tabiat, selama waktu masih terus berputar selama itulah ada waktu untuk berubah. Tak ubahnya insan khalifah, merenggang waktu menyusuati bait langkah perjalanan, tujuan nan mulia menjadi pijakan akhir. Muslimah kaffah, idealita langkahnya.

Allahu’alam Bissawwab.

Semoga bermanfaat.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ramadhan Aziz
Sebagai seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta, yang mencoba untuk senantiasa bisa memperbaiki diri dengan terjun dalam dunia dakwah. Mencoba aktif di berbagai organisasi. Seperti KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Madani, FLP Jakarta (Forum Lingkar Pena), Mencoba untuk konsern pula di ADS (Aktivitas Dakwah Sekolah) dengan mengisi agenda mentoring per pekan di sekolah yang ada di kabupaten Bogor. Dengan moto Melangkah dan Berkarya.

Lihat Juga

Ilustrasi. (wallpaperscraft.com)

Sudahkah Kita Menghargai Waktu?