Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kisah Warga Keturunan yang Ingin Bergabung ke PKS

Kisah Warga Keturunan yang Ingin Bergabung ke PKS

Presiden PKS Anis Matta, berorasi pada Deklarasi AGK-MANTHAB. (Dok. DPP PKS/Arief KArel)
Presiden PKS Anis Matta, berorasi pada Deklarasi AGK-MANTHAB. (Dok. DPP PKS/Arief KArel)

dakwatuna.com – Masih ada kisah di balik ujian, harapan itu masih ada! Cerita ini dari staff DPW PKS Jateng, yang sedang jaga pada hari Rabu sore (6/2/2013). Dia mengisahkan sebagai berikut:

Sekita pukul 2 siang, telepon berdering.

Saya: Assalamu’alaikum…

Mr.  x: Salam sejahtera, ini kantor PKS?

Saya: Iya, ada yang bisa saya bantu Pak..?

Mr.  x: Oh tidak Pak. Saya hanya ingin menyampaikan dukungan saya kepada PKS. O iya, kenalkan nama saya Pak Subono, tinggal di Jl. …. (dia menyebutkan sebuah nama jalan di daerah Tanah Mas)

Daerah yang disebutkannya itu adalah daerah yang mayoritas penduduknya warga keturunan Tionghoa.

Mr. X melanjutkan: Meski kami non muslim, warga keturunan, kami sekeluarga sangat suka dengan PKS. Awalnya seneng saja kalo lihat mereka demo bisa sopan- rapi, wajahnya cerah-cerah (hmmmm…. saya masih menyimak). Beberapa waktu yang lalu mobil kami mogok di banjiran di Genuk. Kemudian didorong orang-orang pake kaos PKS (sepertinya kader PKS). Pas sampe di tempat yang aman, saya kasih duit gak mau, tak tawari rokok gak mau….

Saya (agak menyela): Itukah yang Bapak suka dari kami?

Pak Subono (karena sudah mengenalkan diri): Ya, Mas… Setelah ada musibah yang menimpa Presiden PKS, feeling kami mengatakan itu rekayasa, penuh trik politik!  Esoknya Mas, kami nonton TV, orasi politik Anis Matta, saya nangis mas, sumpah! Hati ini miris… kami semakin cinta sama PKS, ada pimpinan yang bisa membakar semangat kadernya pada saat terpuruk, yang rela melepas jabatan DPR RI… DPR RI lho mas, Wakil Ketua DPR RI lagi… yang dipartai lain direbut, dikejar pake segala cara! Malam itu juga mas, sekeluarga saya sarankan untuk terus dukung PKS. Mbok besok nek ada kampanye PKS saya diajak ya, Mas.

Saya (sambil terharu): Siap Pak, nanti saya hubungi!

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Guest

    Mr. X melanjutkan: Meski kami non muslim, warga keturunan, kami
    sekeluarga sangat suka dengan PKS. Awalnya seneng saja kalo lihat mereka
    demo bisa sopan- rapi, wajahnya cerah-cerah (hmmmm…. saya masih
    menyimak). Beberapa waktu yang lalu mobil kami mogok di banjiran di
    Genuk. Kemudian didorong orang-orang pake kaos PKS (sepertinya kader
    PKS). Pas sampe di tempat yang aman, saya kasih duit gak mau, tak tawari
    rokok gak mau….

    Saya (agak menyela): Itukah yang Bapak suka dari kami?

    INI YANG SAYA SUKAI KHAS PRIBADI ORANG PKS..
    DIGEMBLENG PRIBADI SANTUN, MUDAH TURUN TANGAN PADA SIAPA PUN…

    Pak Subono (karena sudah mengenalkan diri): Ya, Mas… Setelah ada musibah yang menimpa Presiden PKS, feeling
    kami mengatakan itu rekayasa, penuh trik politik! Esoknya Mas, kami
    nonton TV, orasi politik Anis Matta, saya nangis mas, sumpah! Hati ini
    miris… kami semakin cinta sama PKS, ada pimpinan yang bisa membakar
    semangat kadernya pada saat terpuruk, yang rela melepas jabatan DPR RI…
    DPR RI lho mas, Wakil Ketua DPR RI lagi… yang dipartai lain direbut,
    dikejar pake segala cara! Malam itu juga mas, sekeluarga saya sarankan
    untuk terus dukung PKS. Mbok besok nek ada kampanye PKS saya diajak ya,
    Mas.

    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/30/32328/kisah-warga-keturunan-yang-ingin-bergabung-ke-pks/#ixzz2RwW5cmLS

    Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

  • Bunda Firzha

    pks,… yang sebelumnya bernama partai keadilan,kami menaruh harapan pada mereka yang kami dukung untuk duduk di kursi dewan sebagai wakil kami,akan tetapi apa yang kami rasakan,PKS tidak seperti PK yang dulu,5 tahun dia yang kami dukung untuk duduk di dewan dprd di daerah kami,tidak memberikan kontribusi untuk daerah kami,.. dan sekarang kasus yang menimpa partai yang kami dulu dambakan adalah sebuah pil pahit untuk di renungkan,kami lebih menyukai PK yang dulu,kembalikan PK kami yang dulu.

Lihat Juga

DPR: Indonesia Memiliki Modal Kuat untuk Selesaikan Konflik Rohingya