Home / Berita / Nasional / Fatayat NU Fokus pada Advokasi Politik untuk Perempuan

Fatayat NU Fokus pada Advokasi Politik untuk Perempuan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Logo Fatayat NU (inet)
Logo Fatayat NU (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) memfokuskan pemberdayaan perempuan pada advokasi politik di bidang hak sipil untuk perempuan.

Sekretaris II Fatayat NU Ratu Dian Hatifah mengatakan, dari identifikasi isu di lapangan, perempuan di dalam politik kurang mendapat perhatian publik. Untuk menyadarkan perempuan, Fatayat melakukan kajian, seminar dan advokasi politik pada perempuan.

“Di internal, kita mengoptimalkan penyelenggaraan organisasi sebab perempuan yang bernaung di bawah Fatayat merupakan perempuan dengan produktivitas tinggi,” ujar politikus Partai Golkar tersebut, Jumat (26/4).

Selama ini, tantangan yang masih dihadapi perempuan di politik lebih mengarah secara struktural. Misalnya, kesadaran suami yang rendah terhadap aktivitas atau keinginan pasangannya untuk terjun di politik. Partisipasi perempuan di bidang politik biasanya menurun, bahkan menghilang ketika suami melarangnya.

Dian menilai hal inilah yang menghambat partisipasi perempuan di bidang politik. Biasanya hal semacam ini masih ditemui di daerah-daerah. Sedangkan di ibukota kesadaran suami untuk mendukung kegiatan istrinya sudah tinggi. Hal ini terbukti dari aktivitas kader Fatayat yang mobilitasnya tinggi.

Ia menyebut perlu adanya kesepakatan bersama antara suami dan istri untuk berkomitmen saling mendukung kegiatan satu sama lain. Begitu juga saat seorang istri ingin berkegiatan di bidang politik. (an/rol)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Samin Barkah, Lc., ME
Lelaki Betawi yang pernah merantau. S1 Lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir dan S2 pada Ekonomi Syariah di IEF Trisakti, Jakarta. Bekerja, berjuang dan berkorban untuk hidup dan kehidupan.

Lihat Juga

Repro negatif potret RA. Kartini (wikipedia)

Mengupas Kembali Perjuangan Kartini, Meluruskan Kembali Hakikat Perjuangan Gerakan Perempuan