Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Wanita yang Paling Mulia

Wanita yang Paling Mulia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Ketika aku belum terlahir ke dunia ini….
seorang wanita dengan lelah dan lemah mengandungku….
namun dia sama sekali tak mengeluh…
selama 9 bulan lebih menahan rasa sakit, mual…susah tidur…
namun ada rona bahagia dalam wajahnya….

ketika aku akan dilahirkan di dunia ini…
begitu susah payah dia menahan rasa sakit yang teramat…
bahkan aku belum bisa membayangkan betapa sakitnya itu…
Ya Allah…begitu mulia wanita itu…
dalam keadaan yang susah…antara hidup dan mati…
maut yang begitu dekat dengannya saat itu….
“berlari” dari rumah sakit satu ke rumah sakit yang lain…
hanya untuk mempertahankan agar aku tetap lahir…
jarum suntik, alat-alat operasi tak membuatnya takut untuk tetap melahirkanku…
subhanallah….

sampai aku dilahirkan di dunia ini….
bekas jahitan operasi yang ada di perutnya…
aku tahu itu sangat menyakitkan…
namun wajahnya tetap tersenyum…terlihat kebahagiaan yang sangat terpancar di wajahnya
subhanallah begitu cantiknya dia saat itu…

ketika aku baru dilahirkan….
dia rela tidak tidur…demi menimangku agar aku terlelap…
merawatku….dengan kasih sayang yang penuh…
dengan ketulusan…
tanpa mengeluh…walau dalam wajahnya terlihat sangat lelah….

ketika aku mulai tumbuh….
dia tetap merawatku…
dengan sabarnya…
dengan kasihnya….
walau tak jarang aku membuatnya kesal…karna kenakalanku….
dia yang mendidikku dengan caranya yang terbaik…
mengajarkanku banyak hal dalam hidup ini……

sampai akhirnya aku beranjak dewasa….
dia tetap mendukungku ketika aku lemah…
menopangku ketika aku mau terjatuh….
memberikanku kekuatan agar aku tetap tegap berdiri menghadapi apapun…
seberat apapun…..

dia yang setiap malam terbangun….
tak henti-hentinya dia mendoakanku setiap waktu…
dari saat aku baru dilahirkan sampai sekarang….
dan dia yang selalu memaafkanku…
walau begitu banyak salah….
begitu banyak tutur kata yang menyakitkan….

dialah seorang IBU….
wanita yang paling mulia…..
wanita yang penuh dengan kasih dan sayang…..

IBU
aku akan berjuang sekuat tenaga untuk membuat ibu tersenyum bangga denganku….
aku akan mengerahkan segala jiwa untuk membuat ibu bahagia…
walau sampai kapan pun…aku tak akan mampu untuk membalas segala jasa-jasa ibu….
namun ketahuilah IBU….
Sungguh sayang ini tiada mampu diucapkan dengan kata

IBU…..
Itulah kenapa Allah menghalalkan surga berada di telapak kakimu
Semoga Allah mendekapmu dalam kasih saying dan ridhaNYA
Aamiin ya Rabbal alamin

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Emy Mymy
Master student in department of Garduate Institute of Science and Technology, National Taiwan University of Science and Technology. A Researcher at nanoelectrochemistry laboratory, NTUST.

Lihat Juga

Ilustrasi. (irontreedesigns.co.uk)

Dunia Dikejar, Akhirat Ditinggal