Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jadilah Pionir Dakwah!

Jadilah Pionir Dakwah!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Dakwahdakwatuna.com – Apabila yang dibicarakan adalah dakwah, maka kalimat “dengan atau tanpa kita, dakwah ini akan tetap berjalan” adalah tepat. Karena tabiat dakwah yang berkesinambungan dan akan terus berjalan hingga dakwah sampai ke tujuannya (kemenangan). Akan tetapi bila yang dibicarakan adalah para aktivis, maka kalimat tersebut menjadi bermakna sindiran. Karena bagaimana mungkin kita rela dengan kondisi “dengan atau tanpa kita dakwah tetap mampu berjalan”? Jika demikian artinya kita tidak ada kontribusi dan tentu keberadaan kita tak ada arti.

“Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Q.S. al-Kahfi: 103—104)

Namun tetap saja itu semua kembali kepada kita; apakah kita sepakat dengan kalimat tersebut atau tidak? Apakah kita sudah merasa cukup dengan hanya “ada” dalam barisan ini? Ataukah kita sudah merasa bermanfaat dengan (sedikit) kontribusi kita selama ini? Ketahuilah, kita sendirilah yang menentukan harga kita dalam dakwah ini!

Sudah seharusnya kehadiran kita menjadikan dakwah lebih diuntungkan. Dengan kita-lah dakwah harus menang! Memang benar bahwa dakwah tidak butuh kita, tapi kita bisa saja memposisikan diri menjadi pribadi yang dicintai dakwah, sehingga dakwah akan melemah bila kehilangan kita. Kita bisa memberikan arti dan kontribusi lebih untuk dakwah. Kita bisa memposisikan diri menjadi kader pionir yang mempengaruhi laju dakwah.

Maka agar keberadaan kita memiliki arti, kita dituntut untuk tidak lagi bekerja dengan patokan “apa yang harus saya kerjakan?”, tapi “apa yang bisa saya kerjakan?”. Karena patokan pertama hanya membatasi diri dengan apa yang menjadi kewajiban (semisal program kerja) yang harus dikerjakan, kemudian selesai. Orang-orang seperti itulah yang keberadaannya tidak begitu berarti dalam dakwah, karena hanya melihat agenda dakwah sama seperti agenda-agenda organisasi biasa. Penting untuk diketahui bahwa ada perbedaan antara agenda organisasi dengan agenda dakwah, yaitu agenda organisasi yang hanya bersifat sometimes sangat berbeda dengan agenda dakwah yang bersifat every time!

Patokan kedua adalah patokannya pionir dakwah yang senantiasa berdakwah sepenuh hati. Ia lakukan apa yang bisa dilakukannya untuk dakwah, ia kerjakan apa yang bisa dikerjakan untuk dakwah. Ia ingin keberadaannya dalam dakwah memiliki arti. Ia cerdas dalam berkontribusi, yaitu dengan apa-apa yang tidak dilakukan oleh aktivis dakwah lainnya. Ia ingat ketika yang lain lupa, ia bekerja ketika yang lain enggan. Ia sama sekali tidak hitung-hitungan dengan dakwah, karena sukses atau gagal ia tetap yakin akan janji-Nya. Allah melihat usahanya dan pasti akan diganjar pahala.

Maka merekalah para pionir dakwah. Apabila mereka tidak ada, maka akan dirasakan ada yang hilang dalam dakwah. Kehadirannya berpengaruh dan tanpa keberadaannya dakwah jadi sulit bergerak. Mereka memberikan pengaruh dengan apa yang dikerjakannya, bukan dengan apa yang (hanya) dibicarakannya. Ia menyatakan cintanya kepada dakwah melalui kontribusinya, bukan melalui lisannya. Merekalah pionir dakwah yang setiap waktunya disibukkan dengan dakwah, dakwah, dan dakwah! Mereka terus bekerja dengan apa yang bisa dilakukan, tanpa menunggu-nunggu datangnya kewajiban.

“…Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (al-Anbiyaa’:90)

Sekarang dapatlah kita menilai; sudahkah kehadiran kita berguna untuk dakwah? Ataukah selama ini kita hanya sebagai “pemain cadangan” yang tidak banyak berperan? Yah, semoga kehadiran kita dalam barisan ini berpengaruh dan dakwah diuntungkan.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mujahid Pena

Lihat Juga

Keluarga yang mengungsi dari Mosul. (aljazeera.net)

Lebih dari 52 Ribu Warga Mengungsi, Kondisi Warga yang Masih di Mosul Mengkhawatirkan