Home / Narasi Islam / Wanita / Eksistensi Semangat Kartini: “Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

Eksistensi Semangat Kartini: “Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Repro negatif potret RA. Kartini (wikipedia)
Repro negatif potret RA. Kartini (wikipedia)

dakwatuna.com – “Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.” (Surat Kartini kepada Nyonya Van Kool)

Pada suatu ketika, Kartini pernah diberi kado Kitab Al Quran berbahasa Jawa oleh Kyai Saleh Darat pada masa remajanya. Kemudian beliau mengkaji ayat demi ayat dalam Al Quran. Ketika itu, beliau sangat tertegun dengan salah satu ayat dalam Surat Al Baqarah: 257 yang artinya:

” Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya

Ayat inilah yang menginspirasi Kartini untuk mengubah kehidupan para wanita dari keterbelakangan menuju kehidupan yang disinari cahaya Ilahi. Sehingga dalam banyak surat yang dikirimkan untuk para sahabat penanya, Kartini sering menulis dengan kata kata door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Menjadi sebuah keharusan sebagai generasi muda untuk melanjutkan perjuangan R.A. Kartini. Memperjuangkan hak-hak wanita dan yang juga penting adalah selalu menjunjung tinggi martabat dan kehormatan wanita. Jangan sampai justru kontraproduktif yang nantinya dilakukan. Mengotori perjuangan RA. Kartini dengan melakukan hal-hal yang sangat ironi seperti wanita yang justru seolah merendahkan martabatnya dengan berpakaian yang tidak sopan atau lebih parah dengan mendukung adanya prostitusi. Kemudian wanita yang justru tersibukkan oleh aktivitas profesinya sehingga terlupa untuk mengurusi keluarga, suami maupun anaknya. Ataupun sekarang sudah banyak para wanita yang memegang peranan penting di pemerintahan, sebagai bupati bahkan wakil rakyat. Namun tak jarang di antara mereka yang tersandung kasus korupsi dan berbagai skandal lainnya.

Mari dengan momentum hari Kartini ini kita kembali mengintrospeksi diri. Apakah kita, khususnya teman-teman perempuan sudah melanjutkan ekspektasi dan mimpi besar seorang Kartini? Atau kita justru mengkhianati perjuangan beliau dengan mengisi hari-hari kita dengan tindakan yang justru kurang terpuji. Kondisi habis terang saat ini jangan sampai kembali ke masa kegelapan. Itulah semangat untuk para Kartini di masa ini. “Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

Semoga menginspirasi kaum wanita di Indonesia!!!

Ditulis sebagai renungan Hari Kartini, 21 April 2013

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

Ilustrasi. (webmuslimah.com)

Merekalah Perempuan Sukses