Home / Berita / Internasional / Asia / Mentan Tandatangani Kerjasama Pertanian dan Peternakan RI-Sudan

Mentan Tandatangani Kerjasama Pertanian dan Peternakan RI-Sudan

Menteri Pertanian RI Suswono dan Menteri Pertanian dan Irigasi Sudan Al Muta'afi menandatangani naskah kerjasama bidang pertanian dan peternakan, Senin (22/4) di Khartoum, Sudan
Menteri Pertanian RI Suswono dan Menteri Pertanian dan Irigasi Sudan Al Muta’afi menandatangani naskah kerjasama bidang pertanian dan peternakan, Senin (22/4) di Khartoum, Sudan

dakwatuna.com – Khartoum. Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Pertanian dan Irigasi Sudan Al Muta’afi menandatangani perjanjian kerjasama bidang pertanian dan peternakan antara Indonesia dan Sudan. Naskah kerjasama ditandatangani keduanya di Khartoum, Sudan, Senin (22/4).

Indonesia dan Sudan sepakat meningkatkan kerjasama di bidang pertanian dan peternakan melalui pembentukan Joint Technical Committee (Komite Kerjasama Teknis)

Menteri Pertanian Suswono mengemukakan, penandatangan kerjasama dengan Sudan merupakan tindak lanjut dari MoU Kerjasama Pertanian di tahun 2002,   Agreeed Minutes Menteri Pertanian dan Sudan tahun 2007, serta MoU Kerjasama Peternakan di tahun 2007 lalu.

“Ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Presiden RI dengan Presiden Sudan di sela-sela pertemuan OKI di Kairo bulan Februari 2013 lalu,” lanjut Mentan Suswono.

Lebih lanjjut Suswono mengatakan, peningkatan kerjasama ini juga didorong oleh fakta bahwa isu ketahanan pangan kini telah menjadi isu semua negara.

Sementara itu Menteri Pertanian dan Irigasi Sudan, Al Muta’afi mengatakan, Sudan memiliki sumber daya alam yang melimpah sedangkan Indonesia memiliki teknologi, pengalaman, dan kemampuan di bidang pertanian. karena itu perlu sebuah kerjasama yang konkrit untuk kemaslahatan kedua negara. .

“Pembentukan JTC ini hanyalah sebuah langkah awal yang kongkrit untuk menuju kerjasama yang lebih riil,” imbuh Muta’afi.

Dalam kesempatan itu Menteri Pertanian RI mengajak pengusaha Indonesia untuk melakukan investasi pertanian di Sudan khususnya di bidang penanaman padi, kapas, dan tebu.

Pemerintah Sudan siap memberikan peluang yang dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha Indonesia.

“Kami mempunyai lahan yang cukup luas dan siap diberikan kepada investor Indonesia”, ungkap  Al Muta’afi.

Potensi lain yang dapat dikerjasamakan adalah industri gula, yang diharapkan akan menjadikan kedua negara swasembada gula dan tidak menutup kemungkinan menjadi pengekspor gula. Lokasi geografis Sudan yang dekat dengan pasar ekspor di Timur Tengah dan Eropa menjadi keunggulan tersendiri apabila pengusaha Indonesia dapat serius mengembangkan industri pertanian di Sudan.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya yang menjadi salah satu isi kesepakatan kedua negara adalah  capacity building bidang pertanian dan peternakan. Kerjasama ini yang dapat segera direalisasikan, apakah dengan mengirim tenaga ahli ke Sudan atau mengadakan training for trainer pertanian dan peternakan di Indonesia.

“Sebenarnya, Indonesia telah beberapa kali memberikan pelatihan di bidang tersebut kepada Sudan. Namun kini Indonesia akan berupaya menyelenggarakannya dalam bentuk yang lebih besar, sekaligus sebagai bentuk promosi Indonesia,” jelas Mentan Suswono.

Guna mendorong kerjasama yang lebih intens, menurut rencana Menteri Pertanian dan Irigasi serta Menteri Peternakan dan Perikanan Sudan akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia  tahun 2013 ini juga. Sehingga diharapkan realisasi kerjasama akan semakin cepat terlaksana.(ist/tjk)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

ICC Minta India Tangkap Presiden Sudan