Home / Berita / Nasional / MUI Didesak Tindak Tegas Eyang Subur

MUI Didesak Tindak Tegas Eyang Subur

eyang suburdakwatuna.com – Jakarta. Gerakan Reformis Islam (Garis) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menindak tegas Eyang Subur dan para pengikutinya. “Kami masih belum puas dengan keputusan MUI, seharusnya Subur dinyatakan sesat dan para pengikutnya juga ditindak tegas,” kata Ketua Garis Adang Nurmansyah yang ditemui di Gedung MUI Jakarta.

MUI mengeluarkan keputusan bahwa paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah menyimpang dari akidah dan syariah Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan serta beristri lebih dari empat orang. Fatwa MUI tersebut dikeluarkan setelah Tim MUI melakukan investigasi, pengkajian dan klarifikasi terhadap paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur secara cermat, teliti dan hati-hati sejak 8-20 april 2013.

MUI menilai Eyang Subur belum sampai pada tingkat melakukan penodaan agama dan sesat tapi baru pada tingkat penyimpangan. Untuk itu, MUI meminta Eyang Subur melepaskan wanita yang selama ini berkedudukan sebagai istri kelima dan seterusnya serta menghentikan praktik perdukunan dan peramalan.

Terkait keputusan tersebut, Garis belum merasa puas dan meminta MUI bertindak tegas agar ke depan tidak muncul lagi orang-orang seperti Eyang Subur. “Seharusnya Subur dinyatakan sesat karena saya tidak terima ada orang yang menistakan agama saya dan apakah Subur mau menceraikan istri-istrinya dan kapan batas waktunya,” kata Adang.

Adang menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus Eyang Subur Tersebut hingga ke Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. (eh/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

MUI Meminta Agar Jangan Membelokkan Tujuan Aksi 4 November dengan Isu Lain