Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Pemuda Mewarnai Peran-Peran Kehidupan

Pemuda Mewarnai Peran-Peran Kehidupan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (dwiwahyuni13.wordpress.com)
Ilustrasi. (dwiwahyuni13.wordpress.com)

dakwatuna.com – Apa yang harus dilakukan anak muda itu sama seperti yang mesti dilakukan seorang petani. Ia wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi musim hujan. Bila ia menghabiskan seluruh hasil panennya, tentu ia akan miskin saat sudah tidak panen lagi. (Ibnu al Jauzi, Shaid Al-Khâtir)

Berbicara tentang pemuda maka ada banyak cerita inspiratif yang akan terpapar. Mulai dengan semangat tingginya dalam menjalani hidup. Tentang perannya yang begitu besar. Fisiknya yang kuat. Pemikiran dan ide-idenya yang cemerlang. Dan tentang kesempatan emas ini; masa muda untuk apa ia habiskan. Apakah untuk amal kebaikan atau keburukan. Tapi semoga kita termasuk ke dalam segolongan pemuda yang selalu berada dalam koridor kebaikan dan petunjukNya seperti yang tercantum dalam surat Al-Kahfi [18] ayat 30, “Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.” Dan surat Al-Kahfi ayat 13, “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

Sebelum saya lebih jauh melanjutkan tulisan ini. Ada sebuah motivasi tentang pentingnya peran seorang pemuda yang diungkapkan oleh ‘Umar bin al Khaththab; “Ketika aku mengalami sebuah permasalahan, maka aku akan memanggil para pemuda.” Dan sebuah ungkapan dari orator muda ulung; Presiden pertama RI; Ir. Soekarno berpesan; “Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan menggemparkan dunia!”

Bila kita menyaksamai jalannya alur sejarah dan peradaban dunia. Mulai dari diciptakannya manusia pertama; Nabi Adam ‘Alaihissalam dan Siti Hawa hingga kehidupan modern saat ini. Jelaslah tampak pada setiap zamannya. Bahwa peran pemuda sebagai lokomotif penggerak utama perubahan menuju kebaikan pasti ada. Dalam kaitannya mewarnai segala peran-peran kehidupan di dunia yang fana ini.

Mulai dari kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dengan ide cemerlangnya yang mampu menghancurkan berhala-berhala sesembahan Raja Namrudz bin Kan’aan beserta seluruh pengikutnya ketika mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. Darinya kita belajar tentang strategi dan keberanian. Kemudian kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, seorang pemuda tampan yang mampu mengalahkan godaan seorang wanita cantik; Siti Zulaikha pada suatu kesempatan ketika ia diajak berbuat maksiat. Darinya kita belajar tentang keteguhan iman. Lalu dari Nabi Musa ‘Alaihissalam yang melawan keangkuhan Fir’aun dan pengikutnya yang fasik. Darinya kita belajar arti kegigihan dalam berjuang. Dari Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam kita belajar tentang kejujuran, kesabaran dan kepemimpinan. Dan masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya, yang terukir pada masa muda. Tapi cukuplah beberapa sajian kisah-kisah mulia di atas, semoga mewakili semuanya.

Masa muda adalah masa di mana kekuatan itu masih terkumpul. Mulai dari kekuatan fisik, pikiran, semangat dan motivasi yang masih terjaga. Dan siap untuk di berdayagunakan. Seperti yang tersirat dalam Al-Qur’an surat Ar-Rûm [30] ayat 54, “Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” Berbeda dengan ketika kita masih anak-anak yang masih suka bermain. Dan ketika tua butuh banyak istirahat karena fisik sudah tidak sekuat ketika masa muda lagi.

Maka mari kita manfaatkan masa muda ini dengan sebaik-baiknya. Untuk beramal kebaikan dengan semaksimal mungkin. Dan engkau pun tercatat dan dikenang dalam sejarah kehidupan karena telah banyak memberi manfaat. Seperti yang diungkapkan Wildan Taufiqur Rahman dalam bukunya “Ideas for Kampus Madani”; “Saya yakin sejarah hari ini tidak bisa terulang di hari yang lain. Sebuah momentum terbaik tidak selalu lahir untuk kedua kalinya.” Dan momentum terbaik itu adalah masa muda.

Untuk mu para pemuda mari kita warnai peran-peran kehidupan yang kita jalani di dunia yang fana ini dengan cahaya petunjukNya.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

R Setiawan
Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM

Lihat Juga

Cara Rasulullah Mencegah Anak Muda Berzina