Home / Berita / Internasional / Asia / Bagaimana Pengungsi Suriah Bertahan Hidup?

Bagaimana Pengungsi Suriah Bertahan Hidup?

Pengungsi Suriah Bertahan Hidup (dok. ACT)
Pengungsi Suriah Bertahan Hidup (dok. ACT)

dakwatuna.com – Mafraq. Doddy Cleveland Hidayat Putra, Direktur Global Humanity Response ACT, menyaksikan dan mengikuti secara langsung dinamika kehidupan para pengungsi Suriah di lokasi. Menurut Doddy, pengungsi Suriah dikategorikan menjadi dua yaitu pengungsi Suriah di Yordania yang hidup di kamp-kamp pengungsian maupun pengungsi sebagai Urban Refugees, yaitu pengungsi yang tinggal berbaur dengan masyarakat.

Kamp pengungsi terbesar adalah kamp Zaatari yang berada di Mafraq, sebelah utara Yordania. Hampir semua pengungsi yang baru tiba dari Suriah akan tinggal di kamp ini. Pengungsi di kamp ini di tampung di tenda-tenda dan dibagi beberapa kelompok. Saat ini penghuni kamp Zaatari berkisar lebih dari 90 ribu pengungsi. Kamp Zaatari dapat ditempuh dengan kendaraan mobil dari Amman sekitar 1.5 jam perjalanan.

Kamp lainnya, Cyber City dan King Abdullah Park yang berada di kota Ar-Ramtha. Kota ini berbatasan langsung dengan Suriah. Sebuah apartment sederhana yang memiliki 120 kamar digunakan sebagai kamp pengungsi Cyber City. Jumlah pengungsi di kamp ini adalah sekitar 500 orang. Sedangkan di King Abdullah Park, para pengungsi tinggal di kontainer-kontainer yang disulap sebagai tempat tinggal. Disini tinggal 900 orang pengungsi. Kamp pengungsi di Ar-Ramtha dapat di tempuh dari kota Amman sekitar 1.5 jam perjalanan.

Urban Refugees menyebar di hampir semua wilayah Yordania, termasuk di daerah Selatan. Umumnya mereka ditampung oleh keluarganya di Yordania ataupun hidup dengan menyewa apartemen atau rumah-rumah sederhana. Di daerah selatan, ada komunitas pengungsi Suriah yang berkumpul menjadi kelompok besar. Untuk mencapainya perlu waktu 3 jam perjalanan darat dari kota Amman.

Sebagian besar pengungsi berada dalam hidup yang memprihatinkan. Pengungsi yang terdaftar di UNHCR akan mendapatkan santunan 26 Jordan Dinar (Rp 350 ribu) per orang per bulan. Pengungsi yang tidak terdaftar mengharapkan bantuan dari organisasi-organisasi kemanusiaan.

Permasalahan para pengungsi sekarang meliputi tempat tinggal, kesehatan, makanan, pakaian, dan berbagai hal kebutuhan hidup. Dengan kondisi datang sebagai pengungsi di Yordania, pengungsi Suriah praktis telah kehilangan berbagai hal. Rumah tinggal beserta semua penunjangnya, mata pencaharian, dan lain-lain praktis hilang karena terpaksa meninggalkan negerinya. Jadi bisa dibayangkan kondisinya mereka.

Yordania sendiri bukanlah negeri yang kaya. Yordania sekarang mulai terasa berat menampung jumlah pengungsi yang berdatangan ribuan orang setiap harinya dari Suriah. Saat ini sekitar 300 ribu orang pengungsi Suriah telah membanjiri Yordania..

Ketika seorang pangeran Saudi bertanya kepada partner ACT di Yordania tentang apa yang dibutuhkan pengungsi Suriah, jawabannya adalah everything. Bagaimana tidak, pengungsi memang butuh semuanya. Kalau tidak cepat ditangani mungkin kita akan lihat para pengungsi mati di jalanan kata partner ACT tersebut. Semoga kita bisa membantu saudara-saudara kita rakyat Suriah. (suriadi)

 

Salurkan Donasi Kemanusiaan Tragedi Suriah Anda melalui:

  1. Bank Syariah Mandiri (BSM), Acc No.: 2400020601
  2. Bank Negara Indonesia (BNI) Acc. No. 014 076 5481

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran