Home / Berita / Profil / Yoyoh Yusroh: Srikandi Indonesia yang Mendunia

Yoyoh Yusroh: Srikandi Indonesia yang Mendunia

 

Persembahan khusus, dalam rangka memperingati hari kartini.

yoyoh yusrohdakwatuna.com – Sosoknya memang sangat sederhana dan bersahaja, keberadaannya telah memberi nuansa baru di ruang rapat Komisi VIII DPR. dia merupakan salah satu dari ke-4 orang pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya,keberadaannya di DPR merupakan suatu amanah yang sangat berat.

“kedudukan saya di DPR adalah merupakan amanah, prinsip kami di DPR bukan sekedar untuk kepentingan pribadi, namun keberadaan di DPR untuk berkontribusi melalui anggaran, legislasi aturan supervisi dan DPR juga kita jadikan suatu mimbar da wah dan sebuah universitas untuk menimbah ilmu,”kata ibu dari 13 orang putra/putri ini. (dpr.go.id)

Kesederhanaan beliau pula yang membuat beliau meninggalkan kesan tersendiri dihati orang-orang yang pernah berinteraksi dengan beliau.

Ruhut Sitompul, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat

“Orang baik memang selalu cepat dipanggil. Orangnya sangat  familiar. Di DPR juga ia banyak bergaul dengan semua”.

 

Tantowi Yahya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar

“Beliau adalah sosok yang sederhana, bersahaja, dan cerdas. Bagi bu Yoyoh, tidak ada kompetisi dalam teman sesama anggota satu komisi. Selain itu, beliau juga bukan orang yang pelit pujian. Kalau ada orang bertanya dan pertanyaan tersebut bagus, maka beliau langsung memujinya”.

 

Astri Ivo, Artis

“Bu Yoyoh yang kukenal adalah ibu sholiha yang berdaya guna, beliau menggunakan potensi dirinya secara maksimal untuk dapat memberi kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umatnya. Keluarga… umat.. termasuk saya menyayangi dan merindukannya.

Aaamin… Ini ngetiknya masih saja berlinang air mata.

 

Marwah Daud Ibrahim, Ketua Presidium ICMI

Marwah Daud membacakan sebuah surat untuk mengenang almarhumah Yoyoh Yusroh yang pernah menembus Gaza, Palestina pada acara Asia-Pasific Community Conference for Palestine, yang digelar di JCC, Jakarta, 29-30 Juni 2011 ini, dihadiri oleh berbagai tokoh yang peduli terhadap kemerdekaan Palestina dari seluruh dunia. Berikut penggalan surat  yang beliau bacakan:

Yoyoh Yusroh, is a best friend, a teacher, and a partner in our struggle…

…We have known about her positive personality and appreciation to goodness. Many people understand how honest and pure she was. How she cared for women as well as for the education for children, and just how much she loved al Quran. And she was able to transfer that love not just to her family, but furthermore, to the ummah…

She also said to me, “Many times people ask me, why make ourselves busy with people from other countries, when you have so many people suffer in your own?” she then answered, “caring for Palestine will not decrease our care to Indonesia. For we are still standing at the front line in teaching our nation’s assets, to help those who need it, when a natural disaster occurs etc. But it is an obligation and an honorable call for us to guard the sublimity of the masjid that was a part of Isra Miraj, which was mentioned in al Quran. And that masjid is Al quds.” (dakwatuna.com)

Muhmmad Badi, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin

Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’, turut menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Yoyoh Yusroh. Ucapan belasungkawa yang dimuat di situs ikhwanonline.com tersebut, selengkapnya adalah sebagai berikut:

Mursyid Am Jamaah Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’, menyampaikan bela sungkawa kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera atas wafatnya Ustadzah Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR-RI dan salah seorang dewan pimpinan The Internasional Islamic Forum For Family And Women (IIFFW), Forum Islam Internasional untuk Keluarga dan Wanita. Beliau meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang sangat menyedihkan.

Ustadzah Yoyoh adalah seorang akhwat yang sangat aktif dalam hal keluarga. Beliau banyak mempunyai kontribusi berkaitan dengan tarbiyah anak.

 

Selain itu, pengunjung situs ikhwanonline.com juga turut menyampaikan rasa duka. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Dr. As-Sayid Ra’fat Al-Abid (Suez, Mesir): semoga Allah SWT merahmati almarhumah, dan menempatkannya di surga-Nya yang luas. Saya pribadi mengenalnya sebagai seorang yang banyak memperjuangkan umat dalam berbagai permasalahan.
  2. Dr. Faridah (Ghana, Afrika): Dengan penuh sedih dan pilu, kami menerima berita wafatnya Ukhti Yoyoh Yusroh yang berasal dari Indonesia. Semoga kita semua mendapatkan pahala yang besar karena bersabar dalam musibah ini, Almarhumah ditempatkan di surga-Nya yang luas, suaminya dan anak-anaknya diberi kesabaran dan ketabahan. Ya Allah, janganlah engkau beratkan ujian kami setelah wafatnya, janganlah engkau halangi kami bisa berkumpul dan mendapat cintanya kembali. Ya Allah, kumpulkan kami kembali di tempat yang paling tinggi di surga Firdaus dengan Rasulullah SAW dan para sahabat.
  3. Abeer (Alexandria): Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un
  4. Abul Abd (Mesir): Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un.
  5. Sahm Abdurrahman (Al-Manshura, Mesir): Beginilah, orang-orang ikhwan, mereka setia selamanya. (ikhwanonline.com)

Nasihat Terakhir Ustazah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah.

Empat hari sebelumnya, almarhumah yang juga merupakan fungsionaris DPP PKS ini sempat melakukan rekaman untuk salah satu kegiatan yang diadakan oleh PKS. Potongan dari rekaman tersebut telah diupload ke youtube dengan judul “Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah”. Redaksi dakwatuna.com mencoba menuangkan nasihat almarhumah dalam bentuk tulisan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Ikhwan dan akhwat fillah, Alhamdulillah kita sebagai kader yang sudah berada dalam jalan dakwah ini dengan susah senangnya – saya yakin senangnya lebih banyak ya – susahnya ada, tapi kita berupaya untuk mengatasinya, karena semua yang kita lakukan dalam jalan dakwah “argo”nya tetap jalan, kita mendapatkan ridha Allah baik senang ataupun susah.

Dan kita berupaya untuk selalu mengajak orang lain ke dalam jalan dakwah ini dengan selalu mempertimbangkan sunnatullah. (Misalnya) bagaimana kita menghargai. Sunnatullah itu ‘kan (contohnya) semua manusia ada yang memiliki senioritas, ya kita hargai yang tua, kita sayangi yang muda, kita hargai yang kaya, kita sayangi yang miskin. Kita tempatkan orang sesuai dengan posisinya di masyarakat.

Kemudian kita berupaya untuk selalu menjaga intergritas pribadi kita sebagai seorang muslim, dengan misalnya kalau janji dengan orang lain kita tepati, kalau kita mendapatkan sesuatu dari orang lain kita berupaya untuk membalasnya.

Kemudian kita juga berupaya untuk – di manapun kita berada – kita adalah “on mission”. Karena kita yakin “if we are realize that we are on mission, we must keep the mission on”. Jadi kita selalu berupaya untuk menjaga misi ini jangan sampai misi kita off, tapi misi kita selalu on. Kita berada di manapun, di pemerintahan, sebagai legislatif, sebagai eksekutif, sebagai profesional, sebagai apa pun kita adalah on mission untuk menyampaikan risalah dakwah ini dan dakwah kita semakin banyak diminati oleh orang lain dan kerja kita semakin ringan tentunya dengan banyaknya pendukung-pendukung dakwah ini. Dan insya Allah diri kita akan bertemu di surga.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(sbb/dakwatuna.com)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (24 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Video Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah