Home / Berita / Internasional / Eropa / Newcastle Penuhi Janji Bangun Mushola di St James’ Park

Newcastle Penuhi Janji Bangun Mushola di St James’ Park

St James' Park Stadion
St James’ Park Stadion

dakwatuna.com – Newcastle. Ditengah-tengah hingar bingar Liga Eropa, menjadi seorang muslim yang taat bukanlah perkara yang mudah. Mereka harus pandai-pandai membagi waktu untuk menjalankan kewajiban-kewajiban ibadah tanpa harus meninggalkan profesionalitas dan dedikasi yang tinggi bagi klub.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh pesepakbola muslim di eropa adalah Jadwal latihan dan pertandingan yang padat, sehingga menyebabkan mereka sulit untuk melaksanakan ibadah wajib seperti sholat dilingkungan stadion tempat keseharian mereka berada.

Hampir-hampir sulit dijumpai stadion-stadion sepak bola yang menyediakan tempat ibadah khusus bagi pesepakbola muslim, seperti Mushola misalnya.

Namun kabar gembira datang dari salah satu klub di Liga Premier Inggris, yaitu Newcastle United. Newcastle United saat ini banyak dihuni pemain beragama Islam. Newcastle bahkan tercatat memiliki pemain Muslim terbanyak di skuat inti dibanding tim lain di Liga Premier Inggris.

 

Saat ini setidaknya ada tujuh pemain inti Newcastle yang menganut agama Islam. Mereka adalah Papiss Cisse, Cheick Tiote, Hatem Ben Arfa, Massadio Haidara, Mapou Yanga-Mbiwa, Moussa Sissoko, dan Mehdi Abeid. Sebelum Demba Ba dilego ke Chelsea, ia pun disebut acapkali menjadi imam buat para rekan-rekannya dalam menjalankan salat.

“Ibadah salat sudah menjadi bagian penting dari persiapan kami sebelum pertandingan.”

“Di antara para pemain lain, dulu Demba adalah yang paling taat. Secara rutin ia akan salat sebelum laga-laga penting dan kemudian diikuti rekan-rekannya. Itu membantu terbangunnya ikatan di antara mereka,” ujar sumber itu

 

Dengan alasan itu, manajemen klub menyiapkan sebuah Mushola didalam Stadion St. James Pak yang dikhususkan untuk para pemain tersebut dalam menjalankan ibadah sebelum melakukan pertandingan.

Rencanannya, Mushola itu akan selesai pertengahan pekan ini. Menurut pihak klub, keberadaan Mushola nanti sangat penting untuk menghormati para pemain Muslim. Sebelumnya, para pemain kerap menggunakan berbagai tempat untk melakukan ibadah. Namun kini, mereka telah disiapkan ruangan untuk beribadah yang lebih tepat.

Ide pembangunan Mushola sebetulnya sudah dicetuskan sejak tahun 2012 lalu lewat pelatih Alan Pardew. Menurutnya, sangat penting memperhatikan latar belakang dan agama pemain.

“Saya pikir ini penting untuk memperhatikan latar belakang dan agama pemain. Hal ini lah yang kami perhatikan. Agama memainkan peranan penting untuk beberapa pemain kami,” katanya Pardew ketika itu.

Beberapa pesepakbola muslim lain yang juga bermain di Liga Primer adalah Yaya dan Kolo Toure, Samir Nasri, Edin Dzeko, Ali Al-Habsi, Salomon Kalou, Mamady Sidibe dan Marouane Chamakh. (sbb/dakwatuna.com)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,84 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim

Organization