Home / Berita / Nasional / Adnan Buyung Minta Anas Blak-blakan

Adnan Buyung Minta Anas Blak-blakan

Amandemen UUD 45dakwatuna.com – Jakarta. Adnan Buyung Nasution menyatakan, kesiapannya untuk menjadi Kuasa Hukum tersangka kasus Hambalang, Anas Urbaningrum, tidak sekadar membela hak-hak hukum mantan ketua umum Partai Demokrat tersebut.

Namun sekaligus demi membongkar kejahatan birokrasi yang menurutnya banyak terjadi di Indonesia.

Menurut Adnan, langkah tersebut dimungkinkan, karena nantinya tim pembela Anas , tidak hanya melihat proses hukum secara objektif. Namun juga melakukan interaksi dan memeriksa satu persatu hubungan kasus yang diduga saling bersinggungan.

“Saya yakin jika semua berkata jujur, maka semua kartu akan terbuka,” kata Adnan Buyung di Jakarta, Rabu (17/4).

Permintaan kejujuran tentu tidak saja diarahkan pada pihak-pihak terkait yang akan diperiksa sebagai saksi. Namun secara khusus ditujukan pada Anas selaku tersangka.

Karena tim kuasa hukum, menurut Adnan, berkomitmen menjadikan proses hukum perkara gratifikasi ini, menjadi bagian dari upaya bersih-bersih praktik korupsi yang begitu menggerogoti bangsa.

“Jadi terhadap Anas kita harapkan benar-benar memunyai niat dan keteguhan diri menguak kasusnya. Saya lepas Gayus (terpidana mafia pajak,red) karena dia tidak teguh dengan pendiriannya. Apa yang dia jelaskan dia cabut kembali,” ujar mantan pengacara Gayus Halomoan Tambunan ini.

Dalam hal ini, Adnan juga menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sampai saat ini belum juga memeriksa Anas.

Padahal ia telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari 2013 lalu. “Saya tidak ingin di negara ini, ada orang yang ditetapkan menjadi tersangka, lalu terkatung-katung. Saya berharap kita bisa bersama-sama menghormati harkat negara hukum kita,”tegasnya.

Sebagaimana diketahui, terhitung sejak Senin (15/4), Kantor Pengacara Adnan Buyung Nastuion&Partners, resmi menjadi penasihat hukum Anas Urbaningrum. Mantan Ketua KPU dan Ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut dijadikan tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.(gir/jpnn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (blogspot)

Islam Nusantara, Niat Hebat nan Rawan Tunggangan