Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ujian Nasional Berakhir, Masjid Kembali Sepi

Ujian Nasional Berakhir, Masjid Kembali Sepi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kelurusan.” (Al-Baqarah: 186)

Top of Form

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Ujian nasional memang menjadi hal yang menakutkan bagi para pelajar. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat melewati momok bagi para pelajar tersebut. Mereka juga tidak lupa mendekatkan diri pada pencipta mereka, yaitu Allah SWT. Sering kita lihat baik di masjid sekitar kita, maupun di masjid-masjid di sekolahan, setiap waktu shalat banyak para remaja yang memang mereka adalah pelajar yang rajin berjamaah di masjid, rajin shalat Dhuha, ataupun bahkan shalat malam.

Mereka tidak melewatkan untuk melantunkan doa-doa kepada Allah di setiap shalat-shalat mereka agar mereka lulus Ujian Nasional. Mereka bagaikan seseorang yang haus akan kasih sayang. Akhirnya Ujian Nasional pun tiba, meski dibayangi rasa kurang percaya diri, kurang persiapan, mereka tetap menjalaninya dengan penuh keyakinan akan pertolongan Tuhannya.

Pada suatu saat, mereka ada yang dinyatakan lulus dan ada juga yang tidak lulus, Bagi yang lulus, mereka sangat senang dengan hasil kerja kerasnya selama ini, ada yang bersyukur kepada Allah dengan meningkatkan amalan sehari-harinya, tetapi juga tidak sedikit di antara mereka yang sangat senang berlebih-lebihan sampai-sampai mereka lupa bahwa itu adalah pertolongan dari Allah bukan semata-mata karena usahanya sendiri. Mereka lupa bersyukur kepada Allah, Mereka kembali ke dahulu lagi, tidak rajin berjamaah lagi, pokoknya mereka sepertinya sudah tidak butuh lagi terhadap pertolongan Allah.

Sedangkan bagi mereka yang belum beruntung atau belum lulus, mereka ada yang merasa jengkel ataupun tidak terima dengan keputusan Allah sehingga mereka nglokro atau malas untuk beribadah kepada Allah, mereka malas ke masjid, dsb. Oleh sebab itu masjid, mushalla kembali sepi seperti dulu lagi. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah momen menjelang ujian Nasional memang seperti bulan puasa, masjid padat hanya waktu-waktu itu saja, setelah Ujian Nasional/bulan puasa kembali sepi lagi.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

Anggota Parlemen Israel Diizinkan Kembali Nistai Al-Aqsha