Home / Pemuda / Essay / Semua Tentang Waktu

Semua Tentang Waktu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Waktu, ya waktu…

bunga-di-es2dakwatuna.com – Terkadang ia menjadi obat paling mujarab untuk menyembuhkan kepedihan, mengobati kesedihan, luka karena kehilangan, dan perasaan-perasaan tak enak sejenisnya. Karena dengan terus mengiringi jalannya, lambat laun semua perasaan-perasaan tak enak tersebut akan hilang, dengan mengikuti perputarannya perasan-perasaan itu akan lenyap, dan semuanya akan kembali baik-baik saja… Perasaan galau?? Termasuk salah satunya. Percayalah, seiring berjalan nya waktu, semua kegundahan, kegalauan yang kamu rasakan akan menemukan titik terangnya, seiring perputarannya semua itu akan berubah jadi sebaliknya, jadi lebih indah tentunya  :)

Waktu, terkadang ia juga bisa menjadi jawaban terbaik untuk semua pertanyaan yang rumit tentang masa lalu, cinta, tentang hidup, dan berbagai hal-hal misterius lainnya. (setuju atau tidak, tapi bagi saya, ketiga hal tersebut termasuk dalam golongan hal-hal misterius, kadang masuk akal, dan kadang kala tidak)  :)  Ya, waktu akan menjawab semua pertanyaan gymng tak pernah kamu temukan jawabannya. Karenanya, jangan terlalu panik, cemas, atau pun memforsir segala sesuatunya, seiring berjalan nya waktu, kamu akan menemukan jawaban-jawaban untuk semua pertanyaan tersebut, dengan izin Allah SWT pula tentunya  :)

Dan Waktu, terkadang ia bisa jadi jurang pemisah bagi sebuah hubungan. Ia bisa saja jadi pedang pembelah yang ganas bagi sebuah persahabatan.  Meskipun antara orang yang satu dan yang lainnya masih berpijak di bumi yang sama, masih bernaung di langit yang sama, masih bisa menatap rembulan yang sama, dan bahkan masih berada di negara atau kota yang sama, lambat laun karena waktu, toh mereka akan berjarak satu dengan yang lain bukan? Entah itu karena kesibukan masing-masing, karena kurangnya komunikasi, karena jarak yang memisahkan, dan pada ujungnya, karena berjalannya waktu, hubungan itu bisa saja akan berubah, akan terasa hambar mungkin. Karena nya kita dituntut bijak dalam menyikapi hal yang satu ini, agar waktu tidak merampas tali persaudaraan dan persahabatan yang sudah kita jalin. Karenanya, jadikanlah komunikasi sebagai jembatan penghubungnya.

Namun beruntunglah ia, orang-orang yang mampu mengendalikan waktu. (bukan mengendalikan waktu seperti yang bisa dilakukan doraemon dengan mesin waktunya atau ninja hatori dengan jurus menghentikan waktunya yaa :)  ), tapi orang-orang yang bisa memanfaatkan perputaran setiap detik itu dengan baik, karena pada hakikatnya, dalam setiap detik itu akan ada pelajaran yang bisa kita dapat. Seiring berjalannya waktu, harusnya ada perubahan pola pikir kita, seiring berjalannya waktu, harusnya ada peningkatan sikap, seiring berjalannya waktu, harusnya ada pencapaian yang lebih baik, seiring berjalannya waktu harusnya ada banyak perubahan ke arah yang lebih baik pada diri kita, manusia. Karena sungguh, kita tidak akan pernah tau sampai kapan kita bisa menikmati perjalanan waktu tersebut, kita tidak pernah tau berapa lagi sisa waktu yang Allah SWT beri untuk kita di dunia ini, bisa saja 5 detik lagi, 60 menit lagi, 1 bulan lagi, 365 hari lagi, entah laahh..

Tapi dibalik itu semua, percayalah pada kata-kata “semua akan indah pada waktunya”.  Ya, semuanya, masalah pekerjaan, karir, pendidikan, jodoh, apapun itu, akan indah pada waktunya. Semua itu akan indah di saat yang tepat, di waktu yang tepat. Saat yang terbaik menurut Sang pemutar dan pemilik waktu itu sendiri, Allah ta’ala. Karena percayalah, Allah SWT telah mempersiapkan rencana-rencana terindah di waktu terbaik untuk masing-masing hamba NYA.

So guys, Let’s do all the best in the rest of time that we had.  Let’s keep our remaining time with all of useful things in this world…  :)

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komputer UPI "YPTK" Padang. Lahir dan tinggal di Sumatera Barat, provinsi yang berlandaskan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Ingin menjadi bagian dari "khairunnas anfauhum linnas" - manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain :)

Lihat Juga

Ilustrasi, Hari Pahlawan (inet)

Meretas Cinta Jalan Kepahlawanan