Home / Berita / Nasional / Pemberian BLT BBM Hanya Untungkan Partai Penguasa

Pemberian BLT BBM Hanya Untungkan Partai Penguasa

Ilustrasi - Antrian pemberian BLT kompensasi kenaikan harga BBM. (multiply.com)
Ilustrasi – Antrian pemberian BLT kompensasi kenaikan harga BBM. (multiply.com)

dakwatuna.com Sejumlah kalangan menolak adanya kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) jika pemerintah memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemberian BLT diyakini hanya akan menguntungkan partai penguasa.

“Ini tahun politik. Nanti kalau BLT dikucurkan, bisa-bisa dimanfaatkan sama partai yang sedang berkuasa saat ini,” jelas pengamat perminyakan Kurtubi, Senin (15/4/2013), sebagaimana dilansir liputan6.com.

Selain itu, pemberian BLT dinilai tidak mendidik masyarakat. Menurut Kurtubi, langkah itu sama dengan menyogok masyarakat agar memilih partai tersebut saat pemilihan umum.

“BLT itu juga bisa diselewengkan. Bisa jadi warga mengijonkan ke pengijon yang kasih duit duluan, tapi bayarnya separuh,” jelas dia.

Kurtubi menyarankan seluruh dana yang dihemat dari kenaikan harga BBM subsidi disarankan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur. “Pembangunan infrastruktur itu yang merasakannya rakyat. Menurut saya, itu lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Senada dengan Kurtubi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan pihaknya juga menolak pemberian kompensasi berupa BLT ditolak. Pemberian BLT menjelang pemilu 2014 sangat bermuatan politis karena untuk menarik simpati rakyat belaka.

Modus seperti ini telah digunakan pada saat Pemilu 2004 dan 2009. Rakyat seolah-olah diberi uang secara cuma-cuma oleh pemerintah sebesar Rp 300 ribu per bulan.

“Jangan sampai ini terulang lagi karena akan menguntungkan posisi presiden dan partai penguasa untuk meraup suara saat pemilu,” tuturnya.

Deputi Direktur Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menilai pemberian kompensasi berupa BLT akibat kenaikan harga BBM harus dikaji ulang. Pemerintah diharapkan bisa merumuskan program jaringan sosial yang lebih baik.

“Lebih baik diberi semacam program kartu pintar seperti yang diterapkan di Jakarta. Menurut saya, itu lebih baik dan memperbaiki akar masalah. Dengan rakyat sehat dan pintar secara tidak langsung akan mandiri,” jelasnya. (Ndw/L6)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PT PErtamina (Persero) menurunkan harga BBM jenis Pertamax dan Pertalite, mulai Selasa (1/3/2016). (tribunnews.com)

Mulai 1 Maret, Harga BBM Kembali Turun