18:46 - Kamis, 23 Oktober 2014

Pelaksanaan UN 2013 Gagal, Mendikbud Didesak Mundur

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 16/04/13 | 07:54 | 06 Jumada al-Thanni 1434 H

Sejumlah siswa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan terlantar lantaran penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) akibat keterlambatan pendistribusian soal UN. Senin, (15/04/2013). (KOMPAS.com / ABDUL HAQ)

Sejumlah siswa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan terlantar lantaran penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) akibat keterlambatan pendistribusian soal UN. Senin, (15/04/2013). (KOMPAS.com / ABDUL HAQ)

dakwatuna.com - Kejadian luar biasa (KLB) Unas 2013 akhirnya menuai banyak kecaman dari masyarakat pelaku pendidikan. Bahkan tidak sedikit yang mendesak Mendikbud Mohammad Nuh legawa mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan. Namun Nuh menegaskan dirinya konsentrasi menuntaskan pelaksanaan unas 2013 sampai sukses.

Ketika menerima laporan banyak pihak yang memintanya turun dari posisi menteri, Nuh menjawab agak dengan nada tegas. “Saya jawab (desakan mundur itu, red) yang menjadikan saya menteri bukan mereka. Biarkan saya bertanggung jawab menyelesaikan tugas unas ini sampai beres,” ujar menteri asal Surabaya itu Senin (15/4).

Nuh menegaskan saat ini dirinya mewujudkan tanggung jawab masalah unas 2013 hanya dengan satu cara. “Saya bekerja, bekerja, dan bekerja supaya semuanya tuntas,” tandasnya. Dia meminta jika para pemerhati dan penggiat pendidikan itu merasa kawan atau sahabat Kemendikbud, ikut memikirkan solusi tertundanya unas ini.

“Kalau tidak ada (usulan solusi, red) jangan menambah perkara dulu. Carikan jalan keluarnya untuk Kemendikbud,” kata mantan rektor ITS itu. Nuh mengatakan dirinya saat ini sedang menghadapi persoalan riil kacaunya pelaksanaan unas 2013. “Silahkan berkomentar. Saya terus bekerja,” papar dia.

Sebelumnya disela mengumumkan pengunduran jadwal unas di 11 provinsi Minggu lalu (14/4), Nuh  mengatakan kasus unas 2013 memang disebabkan urusan teknis di PT Ghalia Indonesia Printing. Namun dia mengatakan jika gelaran unas ini adalah agenda negara dalam hal ini Kemendikbud. “Jadi saya sebagai Mendikbud memohon maaf dan bertanggungjawab atas kejadian ini,” katanya.

Berikut diantara suara desakan pencopotan Mendikbud. Sekjen Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) Suparman mengatakan, dalam sejarah ujian akhir di Indonesia, baru tahun ini unas diundur dari jadwal yang telah ditentukan. “Setelah unas selesai, kami menuntut Presiden SBY mengevaluasi kinerja Mendikbud,” ujarnya.

Desakan serupa juga dilontarkan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Sejumlah organisasi guru ini akan menggelar pernyataan resmi hari ini terkait kacaunya unas 2013.

Dari parlemen juga sudah mulai muncul desakan Mendikbud Mohammad Nuh dicopot. Diantaranya diuraikan oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Nasrullah Larada. Selain itu Politis Partai Kadilan Sejahtera (PKS) Raihan Iskandar juga meminta Mendikbud Mohammad Nuh bertanggung jawab penuh.

Menurut beberapa keterangan, hingga tadi malam Mendikbud  Mohammad Nuh masih ada di markas PT Ghalia untuk mendempaingi secara langsung penuntasan pengepakan naskah ujian. Dia didampingi Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim dan Kepaba Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro. Padahal sebelumnya Nuh diagendakan mendampingi kunjungan Presiden SBY ke Jawa Barat.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud Ibnu Hamad tadi malam mengatakan, informasi pengiriman naskah ke daerah yang ujiannya ditunda sudah berjalan. “Sore tadi saya mendapat informasi dari pimpinan PTN di Makassar, soal ujian sudah datang menggunakan pesawat Hercules dan Fokker,” ujar guru besar Universitas Indonesia itu.

Ibnu mengatakan, Kemendikbud berharap pelaksanaan unas di 11 daerah yang bermasalah bisa dijalankan lagi sesuai jadwal. Yakni dimulai pada Kamis (18/4) depan. Sampai tadi malam, Ibnu mengatakan ada 276 laporan masyarakat yang masuk di Posko UN PIH Kemendikbud. Rinciannya adalah delapan laporan pengaduan, 224 laporan permohonan informasi penundaan unas, dan 44 laporan aspirasi serta harapan kepada pemerintah.

“Jadi memang yang dominan itu permohonan informasi. Baik soal penundaan maupun informasi unas lainnya,” ujarnya. Ibnu mengatakan di hari pertama ini belum ada laporan yang bersifat kecurangan unas, kebocoran soal ujian, hingga peredaran kunci jawaban.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, investigasi KLB unas 2013 sudah berjalan. “Jauh sebelum adanya kabar unas molor, kita sudah investigasi terkait urusan tender percetakan,” katanya. Upaya itu diambil setelah muncul laporan masyarakat bahwa ada kejanggalan dalam penetapan pemenang tender percetakan unas untuk keenam paket soal ujian.

“Setelah ada kasus unas mundur, investigasi kita perluas dan diperdalam lagi di PT Ghalia,” ujar mantan pimpinan KPK itu. Haryono mengatakan, saat ini investigasi menyasar dulu di dapur panitia lelang. Dia mengatakan investigasi di percetakan menunggu seluruh naskah ujian selesai dikirim dulu. Haryono tidak mau investigasi ini merugikan siswa peserta unas.

Haryono mengatakan tetap akan menjalankan investigasi secara independen, walaupun objek pemeriksaan itu internal kemendikbud sendiri. Dia mengatakan akan mengeluarkan rekomendasi penjatuhan sanksi kepada pegawai-pegawai dan pejabat jika terbukti ada indikasi curang dalam menjalankan tender. “Ini urusan uang negara. Baik itu eselon 1 yang setingkat dengan saya, atau pegawai di eselon bawahnya, tetap akan kita proses secara independen,” tutur Haryono.

Dia mengatakan belum berani berspekulasi terkait kecurangan tender. Termasuk terkait kabar jika PT Ghalia ini memiliki kedekatan dengan pihak-pihak tertentu sehingga bisa memenangi tender unas dengan harga proyek tertinggi, yakni Rp 22,4 miliar. “Hasil investigasi terbuka untuk masyarakat, kita sampaikan apa adanya. Setelah nanti kami laporkan dulu ke Menteri,” katanya.

Inspektorat IV Ditjen Kemendikbud Amin Priatna mengatakan, investigasi Kemendikbud secara umum tetap dijalankan untuk seluruh perusahaan pemenang lelang pencetakan naskah unas 2013. “Tapi memang PT Ghalia mendapat penekanan lebih karena memang ada problem penuntasan pendistribusian naskah,” ujar Amin.

Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Tengku Ramli Zakaria mengatakan ada sejumlah persoalan dalam pelaksanaan unas. “Tapi persoalan kecil. Secara umum unas hari pertama di 22 provinsi berjalan lancar,” kata dia. Zakaria berjanji BSNP akan terus bekeliling Indonesia untuk memantau langsung pelaksanaan unas di daerah. Dia juga berpendapan bahwa kesalahan-kesalahan unas yang terjadi di hari pertama kemarin, belum ada unsur kesengajaan.

Diantaranya di Bandung ada kasus naskah ujian tertukar antara SMA dengan SMK. Kemudian di Sumatera Utara ada sejumlah kabupaten yang kekurangan naskah ujian, sehingga mereka melakukan langkah darurat dengan memfotokopi naskah melalu prosedur yang telah ditetapkan.

Sementara itu Ombudsman siap memanggil Mendikbud Mohammad Nuh terkait KLB unas 2013. “Molornya jadwal unas di 11 provinsi tampaknya mengusik perhatian banyak pihak. Seperti di tempat kami juga,” tutur Ombudsman bidang penyelesaian laporan Budi Santoso.

Rencana pemanggilan itu merupakan upaya Ombudsman mengorek duduk persoalan yang lengkap, kenapa unas 2013 sampai molor di banyak provinsi. Budi memaparkan, pihaknya sangat menyesalkan penundaan UN tingkat SMA/sederajat. “Kejadian ini tidak bisa dianggap ringan dan sederhana. Ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan manajemen pelaksana ujian,” kata dia.

Dia mengakui jika penundaan unas ini berdampak pada jatuhnya mental siswa. “Siswa tentu mengalami kekecewaan karena batal mengikuti unas kemarin,” kata dia. Walaupun sebelumnya Mendikbud meminta masyarakat, terutama siswa di sebelas provinsi, tidak perlu resah atas kejadian darurat itu. (wan/ken)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
90 queries in 1,656 seconds.