Home / Berita / Nasional / Kontes Miss World di Indonesia, Ini Komentar MUI

Kontes Miss World di Indonesia, Ini Komentar MUI

miss worddakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain ikut angkat bicara soal rencana penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World 2013 di Indonesia.

Menurut Tengku, kontes Miss Wolrd merupakan ajang yang tidak berpendidikan dan mengeksploitasi tubuh wanita. Ia menambahkan digelarnya acara Miss World 2013 di Indonesia ibarat bentuk pengkhianatan kepada pendiri bangsa.

“Wanita tidak pantas menjual wajahnya, ini bentuk eksploitasi”, kata Tengku di Jakarta, Sabtu (13/4).

Tengku mengatakan kontes Miss Wolrd tidak memiliki keuntungan apa-apa selain hanya untuk menghabiskan biaya. Tubuh wanita sama sekali bukan untuk ditonton dan dipamerkan karena ini tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Bahkan, Tengku menyebut penyelenggaraan Miss Wolrd 2013 di Indonesia menjadi bentuk pengkhianatan kepada para pejuang yang memerdekakan Indonesia. Sebab, mereka dulu ikut membela norma dan nilai serta budaya yang dianut, sebaliknya adanya ajang Miss World, malah menghapus semua nilai-nilai yang telah diperjuangkan dulu. (rds/clr/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • azzamy03

    setuju sekali dengan sikap MUI… (ayo MUI jangan sedikit pun goyah meski panitia penyelenggara merayu-rayu dengan berbagai cara)

    apa sih untungnya dari penyelenggaraan Miss World yang konten di dalamnya banyak pelecehan kepada kaum wanita. masih banyak ajang2 lain yang bisa diselenggarakan tanpa merendahkan martabat wanita.

    • faiz

      miss world , jalan terusssss……apapun yang terjadi……..

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization