07:03 - Kamis, 24 April 2014

Mahfud MD ‘Kalahkan’ Jokowi

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 15/04/13 | 08:49 | 05 Jumada al-Thanni 1434 H

mahfuddakwatuna.com – Surabaya. Hasil survei PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Jatim) bersama Lembaga Survei “Suprimasi” mendapatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai calon presiden idola kalangan Nahdliyin Jawa Timur. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus puas menjadi peringkat kedua di survei ini.

“Kami bertanya kepada 1.238 responden yang dipilih secara proporsional dengan metode terbuka sehingga tercatat ada 26 calon presiden yang disodorkan responden,” kata Wakil Sekretaris ISNU Jatim Faza Dhora Nailufar, di Surabaya, Minggu (14/4/2013). Didampingi Wakil Ketua PW ISNU Jatim Imam Syafii, Dhora yang juga Kepala Laboratorium Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang menjelaskan, hasil survei menunjukkan ada lima nama yang memperoleh dukungan lebih dari tiga persen.

“Mahfud MD 21,08 persen, Jokowi 12,76 persen, Prabowo 11,15 persen, Dahlan Iskan 6,7 persen, dan ARB 5,33 persen, sedangkan nama lain di bawah tiga persen, di antaranya Jusuf Kalla, Anas Urbaningrum, Muhammad Nuh, Ahmad Dani, Saifullah Yusuf, dan sebagainya,” papar Dhora. Dia mengatakan, hasil survei akan diserahkan ISNU kepada PWNU Jatim dan PBNU.

“Ibaratnya, kalau NU selama ini menggunakan suara langit atau istikharah dalam pemilihan kepala daerah, ISNU melengkapi dengan suara bumi atau survei,” kata Dhora. Ditanya alasan nama Mahfud MD menduduki posisi teratas di kalangan nahdliyin, ia mengatakan, alasan responden umumnya menyebut Mahfud MD sebagai sosok yang tegas dan obyektif dalam bertindak, meski ada beberapa pihak yang menentangnya.

Alasan yang terekam adalah 36 persen ketegasan, 31 persen bersih dan jujur, 15 persen pengalaman di pemerintahan, 4 persen merupakan kader NU, dan 14 persen untuk alasan lain. “Yang menarik, ARB tidak dipilih sama sekali di Sidoarjo. Bisa saja hal itu akibat lumpur Lapindo, namun yang menarik adalah banyak warga NU yang tidak terkena dampak lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, tapi mereka memiliki solidaritas yang tinggi kepada korban lumpur,” tambah Dhora.

Meski ditanya tentang figur capres, kata Dhora, beberapa Nahdliyin memilih menggandengkan calon tertentu dengan figur lain. Dia mencontohkan 29 dari 261 responden yang memilih Mahfud MD menggandengkan figur lain sebagai cawapres. “Sebanyak 20 dari 83 responden yang memilih Dahlan Iskan memasangkannya dengan figur lain, seperti Jokowi dan Mahfud MD, sedangkan 20 dari 158 responden yang memilih Jokowi juga memasangkan dengan figur lain,” katanya.

Untuk sebaran suara dan pemilih, Dhora mengatakan, mayoritas responden dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur memilih Mahfud MD sebagai calon presiden. Namun, tambah dia, mayoritas suara dukungan untuk Mahfud datang dari Banyuwangi.

Sementara Jokowi yang menempati peringkat dua “capres idola” ini, sebut Dhora, mendapatkan mayoritas dukungan dari Lumajang, Pasuruan, dan Pamekasan. Untuk ARB, mayoritas pendukung dari Pasuruan dan Jember. (paa/kmc)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Sultan Raja Bungsu

    jokowi mana bisa menandingi Mafud MD, jokowi pencintraan nya hanya di media,bukan kepandaian dan kecerdasan sendiri, apalagi dibelakang jokowi ( The King Maker )sebagai aktor sebenarnya, untuk menguasai politik, ekonomi, dan pemerintahan NKRI, The King Maker ini ngak perlu jadi Raja, tapi dia mengatur raja, hemmmm hati2 memilih pemimpin,

    Apa yang perlu diperhatikan dalam memilih wakil rakyat?

    Track record seorang caleg harus dilacak. Sekolah di mana,
    kerja dimana, bagaimana prestasinya, keluarganya dan orang tuanya. Bisa saja
    kita memilih dari caleg partai yang berbeda untuk DPRD tingkat 1 , Provinsi,
    serta untuk pusat. Tidak apa-apa seperti itu karena Anda kenal orangnya.
    Setelah terpilih, jangan lepaskan mereka dari pengawasan kita. Kesalahan yang
    terjadi, setelah memilih, masyarakat lepas. Seharusnya setelah terpilih, mereka
    tetap dikawal

  • Baduung Duung

    Pokoknya Mahfud MD jokowi dan Rhoma irama belum pantas jadi presiden terlalu banyak kekurangannya Ayo kita sebagai pemilih rakyat indonesia jgn cepat terpengaruh dengan wajah-wajah ini dan kita perlu memilih pemimpin kayak P Harto yg kalem dan sedikit kejam tetapi rakyaat makmur kebutuhan hidup tercukupi petani juga ikut senang ketimbang pemimpin yg dibesar-besarkan oleh media msa tapi minim pengalaman .

  • Bambang S Budiarto

    aduhh….. semua nggak pengalaman ya……?! apa enaknya Soekarno….tp beliau Almarhum,. atau Soeharto….beliau juga sudah Almarhum…..jadi siapa ya….Habibi,..Megawati,.atau SBY……? Ayo dong……siapa………??? bingung kan….? ya sudah serahkan pada kuasa Allah saja, semoga Allah memberikan kepada kita (Indonesia) seorang Presiden yang terbaik. Amin.!

  • Bambang S Budiarto

    aduhh….. semua nggak pengalaman ya……?! apa enaknya Soekarno….tp beliau Almarhum,. atau Soeharto….beliau juga sudah Almarhum…..jadi siapa ya….Habibi,..Megawati,.atau SBY……? Ayo dong……siapa………??? bingung kan….? ya sudah serahkan pada kuasa Allah saja, semoga Allah memberikan kepada kita (Indonesia) seorang Presiden yang terbaik. Amin.!

Iklan negatif? Laporkan!
59 queries in 1,066 seconds.