Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Renungkan dan Syukurilah Kasih Sayang-Nya…

Renungkan dan Syukurilah Kasih Sayang-Nya…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Erina Prima)
Ilustrasi (Erina Prima)

dakwatuna.com – Nabi SAW bersabda, “Allah menciptakan kasih sayang (rahmah) pada saat diciptakan sebanyak seratus bagian. Dia menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian. Kemudian Dia turunkan ke bumi satu kasih sayang, yang dengan itu para makhluk saling mengasihi dan saling menyayangi. Sampai-sampai binatang melata mengangkat kakinya dari si anak karena khawatir terinjak.” (HR. Bukhari)

Subhanallah, dengan satu kasih sayang-Nya, semua makhluk saling menyayangi, saling mengasihi! Dalam setiap hati manusia, pasti Allah selipkan rasa kasih sayang. Kasih sayang orang tua pada anaknya, kakak pada adiknya, kasih sayang kepada teman, sahabat, dan saudara seiman. Binatang pun memiliki rasa kasih sayang. Tapi, bukankah ada kasih sayang yang lebih besar dari semua itu? Ya, kasih sayang Allah kepada kita, hamba-hamba-Nya yang lemah.

Bukankah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Allah adalah Maha Penyayang di antara para penyayang, bahkan kasih sayang Allah lebih besar jika dibandingkan dengan kasih sayang orang tua kita, dan kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu.

Begitu banyak kasih sayang yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya. Ada banyak pula tanda kasih sayang Allah dalam kehidupan kita. Di antara tanda-tandanya adalah Allah menciptakan malam dan siang. Allah berfirman dalam Q.S. Al Qashash ayat 73, “Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur pada-Nya.”

Tak dapat dibayangkan jika di dunia ini hanya ada siang atau malam saja, dan hanya Allah lah yang Berkuasa menciptakan malam dan siang (lihat Q.S. Al Qashash ayat 71-72). Bukankah hal itu merupakan bentuk kasih sayang Allah yang sering kita lupakan, padahal kita melihat dan melaluinya setiap hari?

“Wah malah hujan nih”, jangan hujan dulu ya”, “kok hujan sih”, mungkin kata-kata tersebut sering terlontar dari mulut kita, ketika hujan turun. Padahal, hujan adalah rahmat Allah. Hujan juga merupakan wujud kasih sayang Allah. Bayangkan jika dalam kehidupan ini tidak ada hujan? Dari manakah makhluk hidup mendapatkan air?

Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?” Firman Allah Swt. yang termaktub dalam Q.S. Al Wa’qiah ayat 68-70, yang seharusnya juga kita renungkan!

Tak dapat dibayangkan pula bagaimana jika air yang ada di dunia ini, yang kita gunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari dijadikan-Nya asin, tentu kita tidak mau bukan?

Adakah di antara kita yang tak pernah berbuat dosa? Kujawab dengan jujur, aku pun sering berbuat dosa, entah yang kusadari maupun tak kusadari. Tapi, Allah tidak langsung menghukum kita karena dosa yang telah kita lakukan, bukan? Itulah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah ingin memberikan kesempatan pada kita, agar kita menjadi hamba-Nya yang lebih baik.

“Tuhanmulah Yang Maha Pengampun dan yang mempunyai kasih sayang. Seandainya Dia menghukum mereka karena perbuatan mereka, niscaya Dia menyegerakan siksa buat mereka.” (Al Kahfi: 58).

Itu hanya sebagian kecil bentuk kasih sayang Allah untuk kita. Masih banyak wujud kasih sayang-Nya yang harus kita renungkan dan syukuri…

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?”

*Hanya manusia biasa, penuh dosa, yang mencoba menjadi hamba-Nya yang lebih baik…menjadi hamba-Nya yang lebih banyak bersyukur…

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Pertanian UGM. Merantau dari Tangerang Selatan, Banten. Anak ke 1 dari 3 bersaudara.

Lihat Juga

Ilustrasi. (10wallpaper.com)

Kepala LAPAN: Abaikan Pemikiran Bumi Datar (Flat Earth)