Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Belajar Berjiwa Sosial dari Ulama dan Profesor

Belajar Berjiwa Sosial dari Ulama dan Profesor

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)

dakwatuna.com – Jika kita mementingkan suatu pribadi maka hidup ini akan terasa kerdil, namun jika kita mementingkan suatu izzah dan ummat maka hidup ini akan sangat berarti.  (Sayyid Quthb)

Cara pandang di atas sudah selayaknya menjadi suatu panutan bagi umat Islam. Sehingga bisa menggeser budaya individualistik yang sekarang semakin mengacaukan negeri ini. Mahasiswa sebagai calon generasi penerus yang akan mengemban amanah sebagai seorang pemimpin negeri ini, sepatutnya memiliki karakter jiwa sosial yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.

Setelah kita mencoba mengambil cara pandang dari seorang ulama’, kita juga perlu belajar dari tokoh yang dekat dengan mahasiswa, yaitu Guru Besar Fisipol UGM Prof. Dr. M. Amien Rais, MA. Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini mengingatkan, mahasiswa perlu bekerja keras selama studi di kampus. Meski demikan, mereka juga tetap harus menjunjung tinggi kebersamaan dan jiwa sosialnya. Walaupun mahasiswa menghabiskan waktu untuk membaca buku tetapi jangan sampai antisosial.

Bapak Amien Rais juga memberikan tiga prinsip agar intelektualitas dan idealisme mahasiswa tetap netral dan terjaga. Ketiga prinsip tersebut adalah tanggung jawab sosial (social responsibility), akhlak (moral value), serta memegang teguh prinsip-prinsip agama dan ketuhanan secara konsisten. Tidak mudah memang menjaga sebuah idealisme. Namun, itulah ciri khas sebuah perjuangan. Selamat berjuang kawan!

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing