Home / Pemuda / Essay / Don’t Worry With UN

Don’t Worry With UN

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah: 286)

Ujian nasional sebenarnya ujian yang tak perlu ditakuti. Apalagi sampai stress gara-gara ujian nasional. Atau malah bunuh diri karena stress UN. Wah gak banget deh…hehe. Ada beberapa hal kenapa Ujian Nasional itu gak perlu ditakuti.

1. Ujian nasional sebenarnya cuma akumulasi dari ujian-ujian seperti ujian semester atau bahkan ujian harian sekalipun. Anggap saja kita ujian biasa. Itu adalah satu poin penting untuk mengurangi rasa takut dan cemas saat menghadapi ujian nasional.

2. Ujian nasional itu materinya apa to? Materinya ya cuma materi yang telah kita pelajari selama di jenjang itu, contoh Ujian nasional SMA, ya jelas materinya cuma sekitar materi SMA, gag lebih gag kurang!!! So? Don`t worry lah… Hehe.

3. Ujian nasional itu hanyalah satu dari sekian ujian hidup ini, masih banyak ujian hidup yang lebih bergengsi dan menantang. Kalau diibaratkan hanyalah sebutir pasir di luasnya pantai…So UN memang penting dan harus kita persiapkan, namun jangan terpaku dan tergila dan tergalaukan UN saja, masih banyak tantangan yang menanti torehan tangan kita…

4. Ingat Hukum Newton 3 bro, ada aksi otomatis ada reaksi, ada usaha ada hasil, tentu mari kita persiapkan dengan optimalkan usaha kita, Insya Allah hasil pasti ada. Dan ingat besarnya usaha yang kita lakukan akan berpengaruh pada besarnya hasil yang kita peroleh, tentunya biidznillah…

5. Yang terakhir dan TERPENTING sesungguhnya, karena kita punya ALLAH SWT, apapun permasalahan gag usah bingung gag usah galau, mari kita curhat dengan Allah, semua masalah kalau kita yakin maka akan terselesaikan, Asal kita telah berusaha dan berdoa. Yakinlah hal itu, asal kita juga harus konsekuen, kita taat beribadah, otomatis kita akan dimudahkan segalanya…So? UN memang ajang yang paling tepat untuk bertaubat yang nasuha, taubat yang sebenarnya…

Yang terpenting mari kita persiapkan untuk menghadapi UN, gag usah galau gag usah takut, yang penting kita usaha, usaha, usaha tentunya kita iringi dengan doa. Insya Allah sukses buat usaha kita. Untuk yang besok mau UN, sukses, semoga bisa sesuai harapan!!! Semangat bro n sis!!!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

MTQ Nasional ke-26 di Mataram. (viva.co.id)

Sabet Juara Umum MTQ Nasional, Banten akan Arak Piala Keliling Kota