15:46 - Rabu, 20 Agustus 2014

IPNU Minta Pesantren Lawan Stigmatisasi

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 13/04/13 | 01:13 | 02 Jumada al-Thanni 1434 H

ipnudakwatuna.com – Jakarta.  Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) akan menghimpun massa untuk membendung stigmatisasi negatif massa terhadap dunia pondok pesantren. Terutama di tengah gencarnya upaya kelompok tertentu mengumbar citra buruk pondok pesantren. Kaum santri diminta bangkit dalam solidaritas dalam mencitrakan nama baik pesantren sebagai benteng terakhir moral bangsa.

“Bangsa ini kuat karena pesantren. Sejak masa meraih kemerdekaan hingga sekarang berada di garda terdepan memelihara tradisi pesantren sebagai pilar Islam Indonesia,” papar Ketua Umum IPNU, Khairul Anam Harisah, Jumat (12/4).

Menurutnya, pesantren merupkaan pilar kebangsaan yang harus dijaga. Karena pesantren menjadi basis perjuangan kemerdekaan yang harus dilindungi, bukan diserang.

Ia pun mendorong DPR untuk segera mengesahkan RUU Ormas yang baru. Sehingga ada acuan untuk ormas dalam melakukan gerakan dan segala aktifitas. Dengan titik tekanan agar jangan sampai ada kelompok ormas lain berhak melakukan tindakan brutal.

Sekitar ratusan massa menyerang pondok pesantren Al-Idrisiyyah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (6/4) tengah malam. Dilaporkan, massa melakukan aksi lempar batu setelah gagal menyerbu pondok pesantren tersebut.

Aksi penyerangan lingkungan pesantren di Jalan Raya Tasikmalaya-Bandung, Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Santri dan santriwati yang berada di asrama pesantren sempat berteriak-teriak histeris menyaksikan aksi penyerangan itu. (en/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
101 queries in 1,369 seconds.