Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Be the Useful One

Be the Useful One

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Ilmu pengetahuan itu luas, tak berbatas. Ia bisa ditemukan kapan saja, di mana saja, dan dari sumber apa saja.  Ia tak hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengenyam dunia pendidikan, tapi juga dimiliki oleh seluruh umat manusia di dunia yang dianugerahi otak dan pikiran meskipun dari berbagai latar belakang kehidupan, karena ilmu pengetahuan itu universal. Ia bisa didapat melalui buku bacaan dan dunia pendidikan, ia bisa diperoleh dari sebuah perjalanan, ia bisa dihasilkan dari pengalaman, dan ia bisa terbentuk dari interaksi sosial di masyarakat.

Namun pertanyaannya, bagaimanakah bentuk ilmu yang bermanfaat itu?? Apakah semua ilmu yang kita gali, yang kita dapat, dan kita kejar sampai saat ini sudah masuk kategori ilmu yang bermanfaat?? Karena sebanyak apapun ilmu dan pengetahuan yang kita miliki, jika ia tak berarti apa gunanya?? Seluas apapun ilmu dan pengetahuan yang kita punya, jika ia hanya tersimpan rapi di pikiran, apa fungsinya??

Ya… Ilmu itu akan bermanfaat jika kita share ke orang lain. Ia akan berguna jika kita aplikasikan ke tengah masyarakat. Dan ia akan terus membekas jika dialirkan pada sekitar kita.

Bukankah ilmu itu akan terus bertambah, jika ia kita bagikan??

Bukankah ilmu yang bermanfaat akan jadi tabungan kita untuk akhirat kelak??

Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim “Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu doa anak sholeh, amal jariah, dan ilmu yang bermanfaat”.  Dari hadits ini jelaslah bahwa ilmu yang bermanfaat memiliki keutamaan yang luar biasa bagi yang memiliki dan mengajarkannya terus menerus kepada masyarakat sekitarnya.

Lalu pertanyaannya, apakah sampai detik ini kita telah membagi manfaat tersebut untuk orang-orang di sekitar kita?? Apakah sampai detik ini kita sudah punya arti untuk orang-orang di sekeliling kita?? Khairunnas anfa’uhum linnas”, sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Kita hidup di dunia ini tidak semata untuk mengejar cita-cita, impian, dan titik tolak keberhasilan saja bukan? Kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk menggapai dan mengejar segala keinginan saja bukan? Karena ketika semua impian, cita-cita, mimpi, dan keinginan sudah kita peroleh, semua itu belumlah menjadi suatu keberhasilan yang sempurna tanpa kita memiliki arti dan manfaat untuk orang lain. Apa gunanya semua keberhasilan tersebut jika orang-orang di sekitar kita tak bisa merasakan manfaat dari apa yang telah kita punya. Apa gunanya semua kesuksesan itu kalau hanya diri sendiri saja yang bisa menikmatinya. Karenanya, mari berbagi manfaat untuk orang-orang di sekeliling kita, mari menjadi seseorang yang berarti bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Karena pada hakikatnya kita tidak akan pernah tahu sampai kapan Allah ta’ala memberi kita batas waktu menjejaki bumi ini dan kita tak akan pernah tau sampai kapan Allah SWT memberi kita kesempatan untuk menebar benih-benih kebaikan dan manfaat di dunia, maka mulai detik ini, mari kita pasang niat, mari kita tanam keinginan untuk bisa berbagi manfaat dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar kita..

Semoga di sepanjang usia yang Allah SWT anugerahkan kepada kita ini, sudah ada sedikit manfaat yang telah kita beri untuk orang lain. Semoga di sisa usia yang masih Allah titipkan kita bisa menjadi seseorang yang lebih berarti dan bermanfaat lagi untuk orang lain. Karena sungguh, tidak ada artinya hidup kita di dunia ini kalau kita sendiri tidak memiliki arti apa-apa bagi orang lain. Dan Semoga lewat manfaat yang kita beri tersebut menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak, menjadi ladang pahala bagi kita meskipun raga dan jasad sudah tak ada lagi di bumi. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komputer UPI "YPTK" Padang. Lahir dan tinggal di Sumatera Barat, provinsi yang berlandaskan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Ingin menjadi bagian dari "khairunnas anfauhum linnas" - manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain :)

Lihat Juga

Kredit Secuil untuk Multiplikasi Manfaat Selangit dalam Dakwah