Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Renungan Istikharah

Renungan Istikharah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kawan. Di setiap kesempatan, jangan lupa kau titipkan urusanmu kepada Allah sebagai wujud tawakkalmu. Karena ternyata aku sadar, sekeras apapun manusia berusaha selalu ada fitnah yang menghadang. Kadang aku pun ragu. Dunia seakan tidak lagi seindah biasanya. Hanya ini yang bisa aku pesankan kepadamu. Sebagai wujud cinta dan simpatimu kepadamu.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pilihan terbaik dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu keputusan terbaik dengan takdir-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung, karena Engkau Maha menentukan sedang aku tidak, Engkau Maha mengetahui sedang aku tidak, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara ghaib.

Ya Allah, apabila Engkau tahu bahwa urusanku ini baik bagiku, bagi agamaku, hidupku, dan kesudahan urusanku, maka takdirkanlah terjadi padaku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku padanya. Dan apabila Engkau tahu bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, hidupku dan kesudahan urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah bagiku kebaikan di manapun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.

Jika kau telah menentukan pilihan, maka tegaskanlah dirimu untuk menjalani hidup berdasarkan pilihan itu. Jangan pernah ragu! Dan serahkan hasilnya kepada Allah.

Jika Allah meridhai pilihanmu, maka Allah akan memudahkan segala langkah-langkahmu seiring dengan usaha dan ibadahmu. Bersyukurlah karena sesungguhnya engkau telah diberi Hidayah, maka lanjutkanlah apa yang telah kau pilih itu.

Jika Allah Tahu bahwa pilihanmu bukan yang terbaik untukmu, Dia pasti akan menunjukkanmu kebenaran, entah dengan cara yang indah, atau cara yang meyakinkan. Sehingga kau akan berpikir, “Inikah jawaban Allah atas doaku? Haruskah aku memilih jalan lain?”

Mungkin akan sulit di awal menyesuaikan diri dengan cara baru itu. Sakit hati, keraguan, kerinduan, bahkan rasa bersalah bukan menjadi hal aneh untuk kau rasakan. Namun percayalah kawan! Jika kau berhasil melewati masa sulit itu, kau akan menyadari bahwa rencana Allah jauh lebih indah daripada rencana manusia!

HasbunaLlah wa ni’mal-wakil, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hanan Waskitha
Mahasiswa aktif Jurusan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada angkatan. Asal Sleman masih menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika FT UGM periode 2013-2014.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI