Home / Berita / Nasional / Yenny Bawa Gerbong NU ke Demokrat, Apa Kata PKB?

Yenny Bawa Gerbong NU ke Demokrat, Apa Kata PKB?

pkb demokratdakwatuna.com – Jakarta. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak risau dengan bergabungnyaYenny Wahid ke Partai Demokrat. Masuknya Yenny ke partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini diyakini akan membawa gerbong Nahdlatul Ulama ke Demokrat. Wakil Sekretaris Jenderal PKB Abdul Malik Haramain meyakini, kepindahan Yenny tak akan mengubah kedekatan NU dengan partainya.

“Kami yakin bahwa mayoritas suara NU ada di PKB. Kami percaya partai yang dekat dengan NU adalah PKB karena mempunyai kultur,” ujar Malik, di Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Ia mengatakan, basis massa NU selama ini memang menjadi modal kekuatan PKB. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa partainya akan selalu menjaga kedekatan PKB dengan NU.

“Kami akan buktikan NU punya kontribusi besar lewat PKB,” ujar anggota Komisi II DPR ini.

Malik juga menyatakan, kepindahan Yenny yang disebut akan membawa kekuatan NU berpindah ke Demokrat tidak akan melemahkan kekuatan partainya. “Kalau PKB keluar dari NU, baru kemudian kami khawatir, cemas. Selama PKB konsisten sebagai kepanjangan politik NU, kami masih percaya,” kata Malik.

Seperti diberitakan, Yenny Wahid akhirnya memutuskan bergabung ke Partai Demokrat. Yenny bahkan sudah sempat hadir pada Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diadakan di Bali pada akhir Maret lalu. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, Yenny bergabung dengan membawa gerbong NU. Menurut Mubarok, puluhan kader NU sudah mendaftarkan diri sebagai caleg dari Partai Demokrat.

Posisi strategis untuk Yenny

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengakui masuknya Yenny Wahid ke Demokrat juga diiringi dengan tawaran-tawaran politik kepada putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu. Yenny, kata Max, menginginkan posisi puncak saat masuk ke Demokrat.

“Kami sudah membicarakan dengan Pak SBY sebagai ketua formatur. Ada keinginan Mbak Yenny masuk di posisi puncak. Tetapi, dipikirkan lagi, banyak kader sudah sekian tahun di partai yang tidak bisa dilupakan,” ujar Max, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Dari hasil pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono itu, Max memastikan bahwa Yenny tidak akan ditawarkan posisi wakil ketua umum. Yudhoyono selaku ketua formatur akan memilih kader internal untuk menjabat posisi itu. Namun, Max mengatakan, Yenny tetap diberikan posisi penting di Demokrat.

“Artinya, Mbak Yenny tidak di posisi biasa juga, tetapi bukan menjadi waketum. Dia lebih diusulkan untuk menjadi kepala badan pemenangan pemilu,” ujar Max. (idw/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kisah Persahabatan KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan