Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Untuk yang Menyudutkan Dakwah Kampus

Untuk yang Menyudutkan Dakwah Kampus

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Bagi yang sedang duduk di pojok sana, sedikit mengambil jarak tetapi sibuk mengintai

Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com – Secara tegas saya sarankan untuk tidak melukai sesiapapun, baik itu orang maupun lembaga. Karena itu sesungguhnya adalah cara orang-orang yang mencari-cari kesalahan. Dan perilaku seseorang yang paling buruk adalah mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa senang atas hal itu. Dan ia semakin senang jika kesalahan tersebut tersebar dan dapat diketahui oleh orang ramai. Perilaku ini sungguh akan menunjukkan kelemahan akal yang dimilikinya.

Seseorang yang sibuk mengintai kesalahan orang lain, hidupnya akan selalu keruh sehingga banyak kewajiban agama yang ia terlantarkan. Akibatnya ia akan merasa tertekan dan tidak sempat merasakan kebahagiaan lantaran sibuk menyalahkan dan mengkritik orang lain.

Kawan, sesungguhnya lalat itu hanya menghinggap pada luka dan kotoran. Berlakulah yang santun. Jangan suka mengkritik sisi kehidupan yang positif dari orang lain dengan semangat permusuhan. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan yang benar dan bermanfaat, kenapa mesti dicari-cari kesalahannya. Belum tentu sesuatu yang lebih baik dari perbuatannya itu bisa kita lakukan.

Jangan terlalu sibuk mengurusi kekurangan orang lain jika ternyata kekurangan kita justru lebih banyak. Ketahuilah sesungguhnya orang yang sibuk mengurus kekurangan orang lain, Allah akan menampakkan kekurangan-kekurangannya dan membeberkan kelemahan-kelemahannya di depan manusia. Sebagai balasan yang setimpal.

Siapa yang membela kehormatan kaum muslimin, menerima kesulitan mereka dan suka menutup aib mereka niscaya Allah akan menugaskan orang lain untuk membela kehormatannya, menyebarkan kebaikan-kebaikannya, dan memujinya.

Tetapi memang jarang sekali orang yang bisa melakukan itu. Kebanyakan justru suka memuji dan membela diri sendiri, meskipun diri sendiri penuh dengan kesalahan. Mereka tidak segan memakan daging saudaranya yang telah mati, menyiarkan aibnya dan suka menghujatnya. Ini menunjukkan minimnya ketaqwaan dan nihilnya sifat wira’i. Walaupun mereka mengatakan memiliki ilmu yang lebih tinggi (agak sombong juga) tetapi itu tidak terimplementasi dalam sikap dan perbuatannya, merendahkan dan menyalahkan orang lain dengan cara-cara yang tidak tepat, seperti mengumbarnya di khalayak ramai. Merasa diri paling benar dan yang lain salah.

Dan satu hal lagi, para pencari kesalahan hanya pandai berbicara saja tetapi kurang dalam amal, padahal ia mengaku paling berilmu. Namun itu tidak disadarinya, begitulah sifat orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, ia akan lupa dengan kekurangannya sendiri.

Ketahuilah bahwa menahan diri itu dapat mengubur kekurangan-kekurangan dan sadarilah bahwa balasan itu sesuai dengan perbuatannya.

Semoga kita semua terhindar dari sifat buruk; mencari-cari kesalahan orang lain.

Jika ada kritikan yang membangun ditujukan ke kita, tidak apalah kita terima, memang seharusnya begitu, sebagai bahan bagi kita untuk lebih baik.

Tetapi Jika ada yang mencari-cari kesalahan kita dan mengumbarnya di depan khalayak ramai, janganlah terpancing untuk membalas hal yang tidak penting itu, bijaklah untuk menerimanya, ia masih saudara kita hanya mungkin saja akalnya masih lemah. Jika ada komentar-komentar yang menjatuhkan kita, mencari-cari salah, memburuk-burukkan aktivitas dakwah kampus… maka bersabarlah. Yakinlah dakwah kampus ini berpijak pada manhaj yang benar, dan kekeliruan satu orang tidak bisa di generalkan sebagai kesalahan yang umum dakwah ini. Biarkan saja semua komentar buruk itu, tak perlu kita menghabiskan energy membahasnya… kita lanjutkan saja aktivitas kita di da’wah kampus ini

Dan marilah kita sama-sama senandungkan lagi lagu para kafilah kepada mereka.

Bagi yang gemar mencari salah dan mengumbarnya. Sadarlah, balasan Allah itu pasti. Jika ingin memberi masukan atau kritikan, adabnya adalah temui orangnya langsung dan jangan lakukan di depan khalayak ramai. Kecuali mungkin Anda ingin pamer kehebatan dan ilmu di hadapan mereka. Lebih buruk lagi jika sesuatu yang Anda bahas dan ceritakan itu bersama khalayak ramai tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, tentulah Anda telah tergolong pada kaum yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Adrian Fetriskha, SH.
lulusan sebuah SD inpres di sudut jauh sumatera barat

Lihat Juga

Ilustrasi. (areasalute.it)

Rahmat Bagi Semesta NKRI dan Sentimen Irasional Agama di Dunia

Organization