Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Cermin Bening dari Alexandra

Cermin Bening dari Alexandra

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (blog.svconline.com)
Ilustrasi (blog.svconline.com)

dakwatuna.com – “Islam telah mengubah hidupku, memberiku kehormatan dan kerendahan hati. Aku juga menjadi lebih menghormati diri sendiri setelah memutuskan untuk mengenakan Jilbab.”

Itu adalah komentar seorang remaja di inggris setelah mengikrarkan diri masuk Islam, remaja berusia 12 tahun itu bernama Alexandra, putri Lauren Booth itu tidak lain adalah keponakan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Ini adalah salah satu cermin bening bagi kita semua, hidayah Allah akan Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki. Alexandra seorang ABG dari keluarga terhormat di Inggris mengikrarkan syahadatnya pada Ramadhan tahun lalu. Inggris yang selama ini lantang melarang penggunaan jilbab di negerinya ternyata tidak bisa membendung warganya yang ingin memeluk Islam, kini keponakan dari mantan perdana menterinya sendiri mengenakan jilbab. Segala makar dilakukan untuk mencegah warganya masuk Islam, tapi ternyata lewat makar itulah pintu untuk masuk Islam makin terbuka lebar. Benarlah, Allah sebaik-baik pembuat makar.

Menurut sejumlah studi di Inggris, jumlah muslim telah bertambah 37 persen selama 6 tahun terakhir, diikuti dengan pertambahan jumlah masjid menjadi sekitar 1500 masjid.

Sejarah bercerita kepada kita, di mana ada penentang Allah maka di situ pula akan lahir para pembela, bahkan dari situlah muncul mutiara-mutiara bening itu. Siapa yang menyangka bahwa putra dari seorang pembuat berhala akan menjadi seorang Rasul bahkan menjadi bapak para Nabi, dialah Ibrahim. Lahir dan besar di kalangan penyembah berhala, namun dia menjadi mutiara di tengah rusaknya moral penduduk negerinya.

Begitupun kisah Fir’aun dan Nabi Musa, Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan melakukan segala cara untuk membunuh calon penentangnya bahkan ketika Musa masih dalam kandungan. Namun toh akhirnya Fir’aun yang membesarkan Musa di istananya, dan ternyata orang yang dia besarkan dan dijadikan anak angkat itu adalah orang yang menjadi penentang utamanya, yah penentang yang dulu ingin dibunuhnya.

Kisah Alexandra dan warga Inggris yang masuk Islam menjadi penyejuk bagi kita, bahwa siapapun, di manapun, apapun dan bagaimanapun keadaannya, jika Allah menghendaki maka tidak ada yang bisa mencegahnya.

Dan Rasulullah mencontohkan itu kepada kita, bahwa siapapun dia, kita harus menyisakan harapan bahwa orang itu akan mendapat hidayah dari Allah, maka di awal-awal dakwahnya Rasulullah Saw berdoa agar Islam diperkuat oleh salah satu dari dua Umar. Dua Umar yang dimaksud adalah Amr bin Hisyam dan Umar bin Khaththab. Kedua orang ini adalah penentang dakwah, Ternyata hidayah Allah datang pada Umar bin Khaththab.

Lalu pernahkah kita mendoakan orang-orang kuat dan mempunyai pengaruh agar mereka mendapat hidayah? Sepertinya kita harus belajar mencontohi Nabi dalam masalah ini.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswa Syariah Al-Azhar Makassar.

Lihat Juga

Garuda Keadilan Kuningan Gelar “Sarasehan Remaja Berbicara”