Home / Berita / Silaturahim / PD KAMMI Papua Gelar Diskusi Politik: “Peta Perpolitikan Papua di Tahun 2014”

PD KAMMI Papua Gelar Diskusi Politik: “Peta Perpolitikan Papua di Tahun 2014”

Diskusi Politik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua, Ahad (07/03/2013), di Ruang serba guna Markas Dakwah Kotaraja Jayapura Papua. (Dok KAMMI Papua)
Diskusi Politik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua, Ahad (07/03/2013), di Ruang serba guna Markas Dakwah Kotaraja Jayapura Papua. (Dok KAMMI Papua)

dakwatuna.comJayapura. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua menggelar kegiatan Diskusi Politik pada hari ahad (07/03/2013) pukul 13.00-15.00 WIT di Ruang serba guna Markas Dakwah kotaraja Jayapura Papua. Kegiatan Diskusi Politik ini merupakan realisasi agenda departemen Kebijakan Publik (KP) PD KAMMI Papua yang bertujuan sebagai suplemen dalam pembentukan wawasan dan skill siyasi (Politik) bagi kader anggota biasa (AB) II KAMMI serta mampu menyikapi problem-problem sosial politik yang berkembang di tengah masyarakat (Manhaj Kaderisasi 1433 H).

Kegiatan yang mengambil tema “Peta Perpolitikan Papua di tahun 2014” ini mendiskusikan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat menjelang pemilu 2014 serta faktor-faktor yang mempengaruhi peta perpolitikan di tanah Papua. Andi M. Latief, S.HI ketua PD KAMMI Papua yang mengawali membuka diskusi ini mengatakan jika kita kembali melihat ke belakang dinamika perpolitikan di tanah Papua yang kemungkinan besar akan tetap berpengaruh pada pertarungan politik di tahun 2014 mendatang, sejarah mencatat menjelang pemilihan umum (eksekutif & legislatif) biasanya isu yang banyak berkembang yaitu di antaranya wacana orang Papua gunung dan pantai.

Sementara itu isu gunung dan pantai ini pada dasarnya rawan konflik karena muncul pengkotak-kotakan dan akan menjadi bumerang antara orang Papua sendiri, KAMMI sebagai gerakan mahasiswa yang menekankan pada gerakan yang membangun peradaban manusia bukan gerakan yang menghancurkan harus tampil yang terdepan dalam meredam isu ini demi kemaslahatan orang Papua dan kemajuan tanah Papua sendiri, KAMMI harus membangun opini bahwa Papua itu buka gunung dan pantai tapi satu kesatuan masyarakat yang ingin membangun Papua bersama. Lanjut Andi menjelaskan, isu lainnya yaitu isu separatis yang sebenarnya banyak dimanfaatkan oleh beberapa kelompok tertentu yang memiliki kepentingan, isu pendatang dan Papua (penduduk pribumi), serta isu Islam dan Kristen yang belakangan tidak terlalu populer walau agak ekstrim jika ada yang berusaha memantik api konflik.

Diskusi Politik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua, Ahad (07/03/2013), di Ruang serba guna Markas Dakwah Kotaraja Jayapura Papua. (Dok KAMMI Papua)
Diskusi Politik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua, Ahad (07/03/2013), di Ruang serba guna Markas Dakwah Kotaraja Jayapura Papua. (Dok KAMMI Papua)

Selanjutnya diskusi yang dipandu oleh Usman yang juga Sekretaris Umum PD KAMMI Papua ini berlangsung alot, peserta diskusi saling memberikan pandangannya terkait peta perpolitikan Papua di tahun 2014 baik itu dari sisi kinerja Partai politik (Parpol) yang belum maksimal dalam menjalankan fungsinya yaitu fungsi pelayanan, regenerasi yang lambat di tubuh parpol misal kurangnya figur-figur parpol yang memiliki kapasitas dalam bertarung di kancah perpolitikan. Selain itu egoisme politik oleh elit-elit parpol dalam bersama membangun Papua yang menjadikan proses pembelajaran politik menjadi keliru atau dapat disimpulkan telah terjadi “implementasi perpolitikan yang keliru”.

Akhir dari diskusi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada peta perpolitikan Papua di tahun 2014 yaitu di antaranya faktor budaya munculnya fanatisme kesukuan, faktor geopolitik isu orang pantai dan gunung, faktor pendidikan pandangan masyarakat dengan gejolak politik, faktor ekonomi, faktor sistem politik/ regulasi, faktor agama, dan faktor sosial masyarakat.

Selain itu hasil dari diskusi ini KAMMI berusaha memberikan solusi terkait peta perpolitikan Papua di tahun 2014 serta isu-isu yang berkembang yaitu mendorong akulturasi budaya melalui pernikahan (pendatang & penduduk pribumi), membangun opini bahwa Papua itu bukan gunung dan pantai tapi satu kesatuan masyarakat yang ingin membangun Papua bersama, memberikan pendidikan politik nilai yaitu upaya mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik serta pendidikan bahwa setiap masyarakat memiliki hak untuk memilih siapa pemimpin yang mampu menyejahterakan masyarakat dan membawa tanah Papua ke arah pembangunan yang lebih baik. (drs)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

80% Peredaran Uang Hanya Dinikmati Segelintir Pengusaha Kakap, Pemerintah Harus Segera Bertindak