Home / Berita / Opini / Saat Umat Islam Indonesia Menang Bersama Partai Islam

Saat Umat Islam Indonesia Menang Bersama Partai Islam

Oleh: Sadi Rangkuti

 

3 besar pksdakwatuna.com – Indonesia Negara Muslim terbesar didunia. Saking banyaknya jika kita gabungkan seluruh orang Islam di timur tengah (arab ) masih lebih banyak muslim Indonesia. Benar-benar fantastis.

Tapi yang terjadi adalah diIndonesia terjadi ketidakadilan, lihat saja di Amerika umat islam yang minoritas tidak boleh berdakwah di Media Televisi  dan koran-koran, yang bisa dakwah hanya di Masjid. bandingkan dengan Indonesia, umat minoritas bebas berdakwah dimanapun, tidak adilkan?

Belum lagi umat Islam yang  jadi pekerja di Media, tidak boleh memakai jilbab, seharusnya kan di Negeri yang mayoritas Muslim di Televisi kita harusnya lebih banyak yang memakai jilbab dari pada tidak, ya minimal seperti Film Ayat-Ayat Cinta  atau Film Ketika Cinta Bertasbih. tapi kita lihat saat kita menonton Televisi  kita serasa berada di Singapura atau Amerika, lebih banyak menampakkan aurat dari pada berjilbab…tidak adilkan?

Kita bisa lihat di televisi  kesalahan satu orang islam, seolah-olah  menjadi kesalahan Agama Islam, dan berita-berita menjelekkan Islam sudah lumrah di Televisi, Koran, Majalah, dinegeri yang mayoritas muslim ini … tidak adil bukan?

Pengusaha diIndonesia seharusnya kebanyakan muslim ,tapi lihat diindonesia kebijakan pemerintah selalu mendorong pengusaha yang bukan muslim (asing) yang menang….tidak adilakan?

Kita lihat contoh sederhana , istri Presiden Indonesia harusnya pake jilbab, bukan hanya jilbab tapi jilbab besar. karena Negara Islam terbesar  Dunia adalah Indonesia . tapi apa yang terjadi, yang terjadi Ibu Ani Yudoyono tidak berjilbab, apa kata dunia ? Isteri Presiden Negara  islam terbesar kok gak pake jilbab…gak adil kan?

Sebaliknya umat islam diindonesia ini tertindas. lihat saja para pekerja di perusaan yang tidak leluasa memakai jilbab, tidak leluasa menjalankan solat karena tidak ada musollah atau masjid.

Belum lagi densus 88 membunuh orang yang baru pulang dari Masjid, hanya dengan alasan terduga teroris, jika yang terduga adalah ibas bin SBY apakah juga langsung di bunuh…

Dan islam selalu dihinakan di negeri mayoritas muslim ini.

Sebahagian pendapat ini terjadi karena Indonesia terlalu toleran kepada pihak luar, dan Indonesia terkenal sopan dan santun.

Itulah Indonesia Hari ini…

Yang lalu biarlah berlalu, kedepan kita mencari solusi untuk merubah negeri ini menjadi negeri yang mengayomi rakyatnya yang notabene mayoritas Muslim, membuat undang undang yang memihak kepada Muslim, yang membuat peraturan baik peraturan Presiden, Mentri, Gubernur, Walikota /Bupati, kepala Desa/ Lurah yang memihak kepada rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim…

Satu-satunya solusi yaitu kita pilih Pemimpin, (baik anggota DPR, DPRD PROPINSI, DPRD KAB/KOTA, PRESIDEN, MENTERI, GUBERNUR, WALIKOTA/BUPATI, KEPALA DESA/LURAH) Adalah orang muslim, bukan hanya sembarang muslim, tapi muslim yang taat dan peduli rakyat.

Saya melihat yang peduli rakyat ada di PKS (partai keadilan sejahtera) yang ber nomor  3 pada pemilu 2014.

Apakah hanya PKS partai islam diindonesia? Tidak ,tetapi PKS Partai Islam terbesar diindonesia, jadi kalau ada yang terbesar mendingan kita menangkan sekalian ,karena peluangnya lebih besar.

Kenapa bukan Partai Nasionalis, kan mereka orang islam juga? kita belajar dari pengalaman pemilu yang lalu, mereka memang Agamanya Islam tapi tidak begitu peduli dengan kita, seperti yang kita lihat saat ini.

saya ulangi solusinya kita Menangkan PKS di tahun 2014

Smoga solusi ini kita jalani bersama, dan pada akhirnya PKS menang di 2014 dan menjadi presiden RI, setelah itu kita lihat apa yang terkjadi… (sbb/srn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,10 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal. (pks.id)

PKS Larang Anggotanya Gunakan Atribut Partai