Home / Berita / Internasional / Seorang Korban Mavi Marmara akan Donasikan Uang Kompensasi ke Hamas

Seorang Korban Mavi Marmara akan Donasikan Uang Kompensasi ke Hamas

Kapal Mavi Marmara
Kapal Mavi Marmara

dakwatuna.com – Salah seorang warga Turki korban penyerbuan pasukan Zionis atas konvoi bantuan Mavi Marmara mengumumkan akan memberikan uang kompensasi yang diterimanya kepada organisasi perjuangan Palestina Hamas dan Islamic Jihad.

Dalam konferensi pers hari Rabu (3/4/2013) di Malatya, Turki, aktivis Mehmet Tunc mengatakan dia akan mendonasikan sendiri uang tersebut langsung ke Hamas dan Islamic Jihad di Palestina, seraya menambahkan dia bahkan tidak akan menyentuh “satu lira Turki” pun dari uang tersebut.

Tunc ikut menjadi sukarelawan yang naik kapal Mavi Marmara membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Kepada reporter dia mengatakan, sembilan temannya telah menjadi martir dalam serangan tentara Israel yang disebutnya “melanggar hukum internasional.”

Abdullah Demirel, pengacara Tunc, mengatakan pemerintah Israel sudah meminta maaf untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Zionis, yang mana hal itu merupakan “perkembangan besar.” Demirel mengaku bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Turki mengenai uang kompensasi tersebut.

Kompensasi atau Adili Zionis

Sementara itu Menlu Ahmet Davutoglu dan Wakil Menlu Bulent Arinc menggelar makan malam untuk menghormati para korban insiden berdarah Mavi Marmara pada hari Selasa 2 April kemarin. [Baca berita sebelumnya: Menlu Turki Makan Malam Kenang Korban Mavi Marmara]

Dalam acara itu hadir keluarga dari korban tewas dalam peristiwa tersebut, bersama para pengacaranya.

Menurut sejumlah sumber, pihak keluarga korban belum memberikan putusan final apakah akan menerima uang kompensasi dari Zionis Israel, yang sepertinya akan berdampak pada pembatalan gugatan hukum atas tentara Israel pelaku penembakan berdarah itu.

Menurut Arinc, keluarga-keluarga itu mengatakan bahwa “ucapan apapun tentang kompensasi akan membuat mereka sedih. Masalah utamanya adalah permintaan maaf dan dicabutnya embargo [atas Jalur Gaza]. Upaya pemerintah [Turki] untuk mendapatkan kompensasi bagi mereka juga bisa diterima.”

Lebih lanjut Arinc mengatakan, kesediaan Israel untuk membayar uang kompensasi akan berujung pada penarikan gugatan hukum –terutama pengadilan penting secara in absentia atas empat mantan kepala militer Israel oleh pengadilan Istanbul.

“Dua hal tidak bisa terjadi pada waktu bersamaan: Mereka [keluarga korban] akan menerima uang kompensasi atau mereka akan menunggu putusan dari gugatan hukum tersebut,” kata Arinc dalam wawancara yang disiarkan di televisi, dikutip Hurriyet Daily (3/4/2013).

Dia menambahkan, semua kesepuluh keluarga korban harus menerima kompensasi Israel, sebab jika tidak maka sulit bagi pemerintah Turki untuk mencapai kesepakatan dengan Zionis (af/hdt)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina