Home / Pemuda / Essay / Antara Aku, Kamu, dan DIA

Antara Aku, Kamu, dan DIA

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com – Jika kamu tak juga menemukan cinta sejati, Jangan melelahkan diri mencari nya. Dekati saja dulu Sang Pembuat Cinta, Ambil dulu hati Sang Pemilik Cinta. Biarkan Dia menghadiahkan kita cinta yang indah, cinta yang tak lekang oleh zaman dan tak pupus oleh waktu, cinta yang bisa dibawa ke kampung akhirat, dan cinta yang hanya bersumber dari Nya, bukan dari aku, kamu atau kita. Insya Allah.

Dalam kehidupan ini, setiap manusia akan menjalani takdir yang telah ia buat dan ia sepakati dengan Allah SWT. Yaa, takdir yang berisi perjanjian tentang hidup, maut, rezeki, maupun jodoh. Di mana semua itu sudah tercatat di Lauhul Mahfuz sebelum kita dilahirkan ke dunia, bahkan saat nyawa baru akan ditiupkan ke dalam roh yang masih berbentuk embrio (jabang bayi). Empat hal tersebut merupakan hal mutlak yang tak bisa ditawar, ditebak, diterka, dan mungkin tak bisa untuk dibayangkan, karna semua itu rahasia Allah dan hanya Allah lah Yang Maha Tau.

Bicara masalah jodoh, jika setiap kita sudah diberi ketetapan oleh Allah tentang hal itu, Lalu apalagi yang harus dirisaukan bila sampai saat ini belum bertemu dengan nya? Bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa setiap manusia sudah punya pasangan masing-masingnya, jika tidak bertemu di dunia, kelak akan bersama di kampung akhirat. Lalu apa lagi yang kamu takutkan jika tidak bertemu dengan nya di dunia? Jika di kampung akhirat nanti, tempatnya kehidupan yang abadi kamu akan selalu bersama dengannya. Bukankah setiap jodoh mu di dunia, belum tentu menjadi jodoh mu di akhirat?!

Percayalah, lelaki yang baik diciptakan untuk setiap wanita baik, dan lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk pula (Q.S An-Nuur: 3-26). Karenanya, jadikan diri mu sebagai seseorang yang baik, agar kelak dipilihkan juga jodoh yang baik. Pantaskanlah dirimu untuk orang-orang baik, karena dia (jodohmu) di sana juga sedang memantaskan diri untuk orang yang baik sepertimu. Lakukanlah setiap kebaikan, karena jalan yang baik akan mempertemukan mu dengannya dalam situasi dan suasana yang baik pula. Bukankah sesuatu yang luar biasa kalau kamu ketemu jodoh di sela-sela pengajian, atau ketika berdakwah atau bahkan ketika tak sengaja bertemu sehabis shalat di masjid? It will be a nice story for ‘ur relationship, right?? :)

Percayalah, Allah akan membuatkan jalan untuk menyatukan pemilik tulang rusuk itu. Allah akan menunjukkan jalan terbaik untuk mempertemukan belahan jiwa itu, seperti Allah mempertemukan Nabi Adam dan Siti Hawa dari ujung-ujung dunia, tapi itu mudah oleh Allah. Seperti Allah menyatukan Rasulullah SAW dengan Khadijah, yang terpaut usia yang jauh berbeda, seperti Allah menyatukan Ali Bin Abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra yang sudah ingin dikhitbah oleh Abu Bakar. Dan seperti kamu dengan dia, yang akan dipertemukan di waktu yang tepat, saat yang tepat, serta tempat yang tepat pula. :)

Percayalah, kamu adalah mercusuar baginya. Jika tiba saatnya nanti cahaya mu akan sampai padanya, yang akan menunjukkan jalan terang bagi dia dan menuntunnya sampai padamu. Karenanya, tak perlu melelahkan diri mencarinya, sampai-sampai harus bergonta ganti pasangan hanya untuk menguji atau mencoba kalau ia jodoh kamu atau bukan. Tak perlu menebar pesona sana sini, untuk menarik perhatian orang yang belum tentu jodoh mu. Kamu tak usah resah, risau, atau galau jika detik ini belum juga menemukannya. Tunggulah ia dalam penantian mu sambil terus memperbaiki diri, nantilah kedatangannya dengan memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik, hingga nanti kamu menyambut kehadirannya dengan pribadi mu yang shalih/shalihah. Aamiin

Semoga kita dipertemukan dengan seseorang yang membuat iman kita bertambah, menjadikan kita lebih shalih/shalihah, dan membimbing kita di dunia. Seseorang yang selalu meletakkan mu di posisi kedua setelah Allah SWT. Seseorang yang tidak hanya memuja mu, tapi juga menasihatiku, seseorang yang menjadi sahabat mu di setiap situasi dan kondisi mu. Dan Seseorang yang mungkin tak sempurna, namun saling menyempurnakan bersama. :)

Sebuah untaian doa indah yang dikutip dari seorang pujangga:

Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Jangan biarkan cintaku untuk MU berkurang, hingga membuat ku lalai akan Engkau…

Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Penuhilah hati ku dengan bilangan cinta Mu yang tak terbatas, agar rasaku pada Mu tetap utuh…

Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Pilihkanlah untuk ku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih Mu, hingga membuat ku semakin mengagumi Mu…

Rabbi…
Bila suatu saat ku jatuh cinta,
Pertemukanlah aku dengan seseorang yang selalu menyertakan Mu dalam setiap situasi, kondisi, serta waktunya, hingga membuat ku semakin mendekati Mu…

Rabbi…
Pintaku yang terakhir,
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Pertemukanlah kami dalam kasih Mu,
Tuntun kami agar bisa bersama menggapai surga Mu…

 

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komputer UPI "YPTK" Padang. Lahir dan tinggal di Sumatera Barat, provinsi yang berlandaskan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Ingin menjadi bagian dari "khairunnas anfauhum linnas" - manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain :)

Lihat Juga

Love, Cinta, Valentine

Cinta Sebagai Energi Kemenangan

Organization