Penjaga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Teringat salah satu pesan dari sahabat perjuangan. Bahwasanya yang bisa menjadi penjaga “kita” di jalan ini ada 3 hal: dibina, membina dan amanah.

1. Dibina

Bukan rahasia umum lagi kita sebagai manusia menjadi biangnya segala kesalahan, sumbernya maksiat. Kita yang “katanya” sebagai umat terbaik yang ada di muka bumi, malah kenyataan hari ini kita menjadi kebalikannya. Label umat terbaik yang diberikan langit kepada kita haruslah benar-benar kita buktikan adanya. Haruslah terejawantahkan ke dalam sikap-sikap kita menghadapi dunia yang semakin ke ujung. Lalu bagaimana menjadi umat terbaik itu? Diperlukan sebuah pembinaan yang berkesinambungan. Harus ada yang menjadi role model bagi kita. Adanya sebuah wadah tempat proses bertukarnya ilmu, bertukarnya ide-ide besar. Di sana kita dibina tuk bisa menjadi kuntum khaira ummah yang sebenarnya. Meskipun masih ada maksiat-maksiat kasat mata yang dilakukan, kita jangan pernah merasa putus asa. Di wadah tadi yang biasanya disebut usrah, kita dibina untuk tidak berputus asa, sebab Allah selalu punya rencana terbaik yang spesial buat umatnya. Wadah pembinaan ini yang selalu menjaga dan mengontrol amalan-amalan kita.

2. Membina

Ibarat air yang tergenang di dalam sebuah wadah, jikalau tidak dialirkan bisa jadi itu menjadi sarang penyakit. Tempat terbaik semisal nyamuk tuk beranak pinak. Begitu juga dengan ilmu-ilmu yang didapat dari proses pembinaan, jangan sampai ilmu itu berhenti di kita. Maka alirkanlah ia, salah satunya dengan membina. Bukankah pekerjaan membina itu pekerjaannya para nabi? Dengan membina kita bisa mengupgrade diri, meningkatkan kapasitas diri. Secara tidak langsung, membina akan menjaga kita tuk menghindari maksiat. Kita tentu akan malu ketika tahu maksiat kita ternyata lebih banyak dari binaan kita. Kita tentu menjadi envy bahwasanya amalan binaan kita lebih bermesraan dengan Sang Pencipta dibanding kita. Jangan sampai kita melewatkan pekerjaan mulia ini.

3. Amanah

Agak sulit mendeskripsikan mengenai amanah ini, sebab Imam Ghazali berkata, yang paling berat di dunia ini adalah amanah. Lalu bagaimana dengan logika bahwasanya amanah bisa menjaga kita? Setidaknya amanah kan menyibukkan kita dengan proyek kebaikan. Sebab waktu kosong bagi pemuda sangatlah rawan, jikalau tidak diisi dengan proyek kebaikan, maka sang syeitan yang mencoba tuk berinvestasi di waktu luang kita. Barang tentu sebuah kerugian tuk masa depan di akhirat ketika waktu luang diisi maksiat yang disponsori oleh syeitan.

Tulisan ini ditujukan terkhusus kepada diri sendiri (penulis) yang sering kehilangan penjaga, semoga tulisan ini bisa memantik diri ini tuk bisa terjaga lebih baik lagi. Wallahua’lam.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang hobi menulis, blogging, desain grafis, traveling dan nonton film, bercita-cita menjadi batu bata peradaban Islam.

Lihat Juga

Meretas Cinta Jalan Kepahlawanan