Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Islam is The Way of Life

Islam is The Way of Life

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi (iluvislam.com)
Ilustrasi (iluvislam.com)

dakwatuna.com – Alangkah beratnya tanggung jawab dan tugas ini. Orang lain melihatnya sebagai khayalan, sementara kita melihatnya sebagai kenyataan. Kita tidak pernah berputus asa dan kepada Allah sajalah harapan kita sandarkan. (Hasan Al-Banna)

Semakin banyak yang meragukan atas kepayahan diri menjemput kemenangan akan semakin banyak pertanyaan dilayangkan yang mesti kita jawab walau tak semua pertanyaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan –pertanyaan ikut-ikutan-. Kenapa ikut-ikutan? Karena kebanyakan dari mereka terbawa issue dari orang sebelumnya dan sebelumnya kemudian ragu. Lantas siapa yang dapat mempertanggungjawabkan selain kita yang maju dalam garda terdepan? Pena dibalas dengan pena al-qolamil mumtaz! Adapun diskusi disampaikan dengan baik, wa jadilhum billati hiya ahsan. Namun, apa yang akan ditorehkan dengan pena, apa yang akan disampaikan dengan lisan bila kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadapnya?

Well, we have to read more and more…Semua sudah tersedia, Al-Qur’an dan As-sunnah tuntunan kita… Daripada berkepanjangan dan lebar maksud dari artikel ini adalah menuntun hati yang bimbang kepada keyakinan yang mendasar, kepada siapa saja yang meragukan ISLAM adalah solusi terbaik untuk tatanan kehidupan.

Disadur dari buku “Membangun Angkatan Mujahid’ oleh Sa’id Hawwa, sangat relevan sepertinya membalikkan semua kegundahan kepada keyakinan yang haqqul yaqin.

Banyak orang berpikir bahwa tegaknya daulah islamiyah berarti suatu kemunduran dan tidak senafas dengan zaman sekarang. Banyak orang berpikir bahwa Islam berarti membelenggu segala hal yang menyenangkan dan disukai. Banyak juga di antara mereka yang berusaha menanamkan cara pandang bahwa penerapan Islam berarti perampasan sekelompok orang dari posisi dan status social yang telah diberikan oleh pihak lain. Banyak  orang beranggapan bahwa dunia akan memusuhi dan memerangi kita hanya lantaran kita membangun dengan menggunakan nama Islam. Padahal jika kita memahami, semua itu TIDAKLAHBENAR alias SALAH.

Bagi orang yang beranggapan bahwa penerapan hukum Islam adalah kemunduran dan penyimpangan dari semangat modernisasi

Sesungguhnya anggapan mereka salah dan tertipu. Coba kita tengok negara Israel, Israel tegak di atas pondasi agama secara murni, namun apakah dunia Barat dan Timur menganggap negara Israel adalah negara yang ketinggalan zaman? Kenyataannya seluruh negara Barat kapitalis menganggap bahwa Israel adalah sebuah contoh negara penerapan demokrasi.

Bagi orang yang beranggapan bahwa penerapan syariat Islam berarti merampas berbagai hal yang disenangi

Ada dua golongan dari mereka yang beranggapan hal seperti itu, pertama ia adalah orang yang salah dalam mempersepsikan hakikat kesenangan, kedua adalah orang yang tidak mengenal Islam dengan benar. Jika kesenangan itu berupa khamr, seks, heroin, dan semisalnya, maka tak ragu lagi bahwa Islam memerangi keburukan dan kerusakan semisal itu. Sedangkan, orang yang memerangi Islam dengan mempertahankan kesenangan semacam tersebut adalah orang sakit yang perlu diobati dengan kajian Islam dari awal lagi.

Bagi orang yang takut kepada Islam karena mendengar fatwa seorang tokoh agama yang berpandangan sempit

Ajaran Islam adalah memberikan hikmah setiap waktu dan memberi arah di setiap situasi. Islam yang memiliki lembaga studi dan ijtihad berjumlah puluhan yang terbangun di atas pondasi nilai yang kokoh dan mengakomodasi semua persoalan manusia adalah jauh dari pantas untuk dianggap menakutkan.

Bagi orang yang khawatir serangan dunia apabila menerapkan sistem Islam

Dunia sebenarnya telah memiliki kesiapan untuk bergaul dengan realitas, bagaimanapun wujudnya. Dunia juga siap melakukan take and give dengan sistem Islam atas dasar saling mendapatkan maslahat dan kita pun siap menerimanya. Adapun mereka yang ingin menukar prinsip untuk mendapatkan kemaslahatan dan kepentingan sebaiknya mereka mencari yang lain saja dengan kata lain tidak kita terima, karena pengalaman telah membuktikan negara yang melepas keislamannya tidak mendapatkan kemanfaatan apapun pada akhirnya.

Rasa takut sebenarnya merupakan warisan lama. Seperti yang telah dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya

“Mereka berkata, “Jika kami mengikuti petunjuk bersamamu, niscaya kamu akan diusir di negeri kami” Apakah Kami tidak mengukuhkan kedudukan mereka dalam wilayah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (Al-Qashah: 57)

***

Terjawab tuntas adalah harapannya, semoga yang telah yakin menjadi semakin yakin, yang bimbang terhapus bimbang dengan keyakinan yang mendasar. Banyak hal yang didapatkan dari hasil pemikiran Sa’id Hawwa yang rasanya takkan pernah pupus tergilas masa, bahkan sangat kita butuhkan dalam era baru semacam ini.

Jika keyakinan sudah terteguhkan dalam hati, maka perjuangan pun takkan sirna dan mati

Tetap Berjuang

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswi. Senang dapat berbagi bukan sekedar eksistensi.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini