Home / Berita / Internasional / Asia / Suriah Butuh Dokter Spesialis Mata dan Spesialis Bedah

Suriah Butuh Dokter Spesialis Mata dan Spesialis Bedah

Kaki seorang wanita terkena bom. Ayah dan 2 saudaranya meninggal. Ketika perban dibuka lubang besar penuh nanah. (Dok ACT).
Kaki seorang wanita terkena bom. Ayah dan 2 saudaranya meninggal. Ketika perban dibuka lubang besar penuh nanah. (Dok ACT).

dakwatuna.com – Jakarta. Hingga saat ini konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah masih terjadi rudal scud masih menghujani bumi Syam itu, diperoleh data terakhir bahwa bulan maret ini saja tercatat 6000 korban jiwa yang meregang nyawa.

Sekembalinya dari Suriah, setelah dua pekan bertugas menangani korban bersama tim medis Aksi Cepat tanggap (ACT), Suster Metty Yuniarti (24 th), akhirnya tiba di tanah air pada hari Jumat (8/3), pukul 15.30 WIB. Kepulangannya ke Tanah Air membawa pesan rakyat Suriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk terus memberikan perhatiannya terhadap penderitaan warga Suriah yang sedang mengalami gejolak kemanusiaan.

“Perkembangan terakhir di sana, tepatnya di wilayah Dar’a terus menerus dihujani bom, hingga rumah sakit di sana juga terkena bom, terpaksa para warga diungsikan ke Yordan. Dan untuk pengungsian di perbatasan garis depan, yang awalnya pengungsi masuk 2000 orang per-hari, saat ini bisa mencapai 9000 orang per-harinya”. Ungkap Metty

Selain itu, penyakit yang menimpa warga juga semakin bertambah. Kondisi cuaca dingin yang ekstrim membuat sebagian besar warga terutama balita dan anak-anak mulai terjangkit beberapa penyakit antara lain asma, flu, dan batuk, selain luka-luka akibat dampak dari peperangan.  “Di sana banyak sekali bayi dan anak-anak yang tertimpa penyakit.” Tuturnya

Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah dokter spesialis mata dan bedah. “Di sana sangat dibutuhkan dokter spesialis mata dan bedah, terutama yang sudah memiliki izin internasional. Karena kalau cuma memiliki izin nasional, masih harus ditemani dokter-dokter setempat dalam menangani pasien”. (sur/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Saat Eskalasi Perang Suriah Menjadi Perang Dunia