Home / Berita / Nasional / SDA: Asas Islam, Pilihan Terbaik

SDA: Asas Islam, Pilihan Terbaik

Suryadharma Ali
Suryadharma Ali

dakwatuna.com – Indramayu.  Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP-PPP) Suryadharma Ali (SDA) menegaskan, pihaknya tetap konsisten, partainya sejak lahir hingga kini tetap berasaskan Islam meski ada umat Islam meragukan kekuatan asas tersebut.

Menurut SDA, masih ada umat Islam takut dijuluki tidak demokratis jika berpegang pada asas Islam. Pihaknya yakin asas itu merupakan pilihan terbaik, kata SDA -sapaan akrab Suryadharma Ali- usai panen raya di kawasan persawahan kompleks Pondok Pesantren Al Zaitun, Haurgelis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/4).

Panen raya tersebut disaksikan Pimpinan Ponpes Al Zaitun Panji Gumilang, para pengajar Ponpes tersebut. Hadir pada saat itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Aceh Saefuddin, Kapuslitbang Kerukunan Agama Kemenag Nurcholis Setiawan, Setditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan sejumlah pejabat Kemenag Jawa Barat.

Lebih lanjut SDA mengungkapkan, masih ada yang mendiskriditkan partai Islam makin lemah. Sejak 1955 hingga 2009, kata SDA mengutip sebuah survey, perolehan suara Partai Islam terus merosot. ”Seolah Islam tak punya kekuatan dalam berpolitik,” jelas SDA.

SDA menggambarkan, umat Islam di Indonesia bagaikan anak bongsor. Besar di badan, tapi kurang berkualitas. Bahkan jika umat Islam berpolitik, disebut berpolitik itu kotor.

Padahal, lanjut dia, yang kotor bukan politiknya. Tetapi oknumnya. Ironis memang, sebagai mayoritas kekuatan politiknya lemah.

Untuk itu, SDA mengajak umat Islam tidak memandang politik kotor. PPP berasaskan Islam, dengan segala konsekuensinya, ingin mengajak umat Islam mendukung partai itu agar aspirasinya dapat disalurkan ke lembaga legislatif.

Jika bukan partai Islam seperti PPP siapa lagi. Ia pun berharap jika ada ulama meninggalkan partai ini hanya dengan alasan takut disebut tidak demokratis, tidak toleran, kurang percaya diri bisa mensejahterakan rakyat, hendaknya pendapat tersebut ditinggalkan.

Menurut SDA, Islam sudah lama mengajarkan kehidupan demokratis, toleransi dan upaya mensejahterakan rakyat melalui zakat dan infak. “Apakah ajaran Islam tidak demokratis, toleran dengan umat lain. Saya kira para ulama sudah memiliki jawabannya,” jelas SDA menerangkan. (dz/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com