23:53 - Jumat, 24 Oktober 2014

Tantangan Teknologi Perbankan Syariah

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 03/04/13 | 17:01 | 23 Jumada al-Ula 1434 H

Anabatic kembangkan Core Banking System Perbankan Syariah Indonesia.

Anabatic kembangkan Core Banking System Perbankan Syariah Indonesia.

dakwatuna.com – Guna mendukung perkembangan ekonomi syariah yang begitu pesat, maka perbankan syariah perlu dilengkapi dengan system terpadu berbasis teknologi informasi terkini.

Sebagai negara berpopulasi Islam terbanyak (202 juta), Indonesia mempunyai tingkat spritualitas yang lebih tinggi dibandingkan penduduk muslim di negara Islam lainnya.

Perekonomian Indonesia saat ini amat menjanjikan di mana Indonesia berada di urutan ke-16, bahkan diperkirakan pada tahun 2030 berada di posisi ke-7. Perekonomian Indonesia digerakkan segmen ritel,mikro, serta pilihan perbankan berbasis masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi negara sebesar 5-6,5 persen per tahun selama sepuluh tahun terakhir ini berampak pada industri perbankan syariah di Indonesia. Perbankan syariah tumbuh di atas 50 persen per tahun. Prospek bank syariah tetap tinggi seiring penetrasi produk perbankan syariah yang kini mencapai 2,2 persen.

Dari data Bank Indonesia (BI) menjelaskan, Indonesia saat ini mempunyai 11 Bank Umum Syariah (BUS), 23 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 154 BPR Syariah dengan total jaringan kantor sebanyak 2017 dengan menjangkau lebih dari 120 kabupaten atau kota di 33 provinsi di Indonesia.

Guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, perbankan syariah perlu mengembangkan teknologi IT khusus yang mendukung pengembangan produk perbankan syariah.

Anabatic Technologies, Temenos dan Microsoft menyajikan solusi teknologi informasi dengan daya guna tinggi yang dapat digunakan perbankan syariah untuk kebutuhan operasionalnya. Sehingga dapat menghasilkan produk inovasi perbankan syariah yang kompetitif.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi informasi, Anabatic membawa core banking model syariah di Indonesia yang dapat memangkas biaya produksi dan memperkecil risiko operasional. Sistem teknologi informasi ini sudah diterapkan di beberapa bank syariah, diantaranya Bank Syariah Mandiri, PermataBank Syariah, BTPN Syariah dan BRI Syariah.

Sementara, Microsoft sebagai platform juga memberikan peran yang besar dalam kestabilan sistem, keamanan sistem dan efisiensi, menghadirkan solusi yang sangat diperlukan perbankan diantaranya mobility dan basis data SQL Server 2012 yang mampu melayani sistem dengan Mission Critical.

Menurut Adiwarman Karim dari Karim Consulting, Indonesia adalah negara dengan sistem Islamic retail bank terbesar di dunia yang memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Karena memiliki 14 juta nasabah Bank Syariah di Indonesia, dengan 17 ribu Bank Syariah yang sudah mendapatkan sertifikat Syariah dari Bank Indonesia.

Sementara itu, Adhi Prayogo dari Anabatic Technologies memaparkan solusi pelaporan bank sentral dengan nama Central Bank Reporting Interface (CBRI) yaitu sistem pelaporan bank yang membantu mempercepat dan meningkatkan kualitas data pelaporan. “Setidaknya sudah ada lebih dari 10 bank telah menggunakan aplikasi dari Anabatic ini,”ujar Adhi. (ra/vvn)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
71 queries in 1,306 seconds.